oleh

Tim Pemenangan Syarif – Surian Tuding Banyak Data Keliru

LINGGAUPOS.CO.ID- Ketua Tim Pemenangan Keluarga Syarif – Surian Afrizal S. Ag menilai paslon nomor urut 01 banyak menyebutkan data yang keliru dalam debat kandidat Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Muratara 2020.

“Dalam debat kandidat pertama ini paslon nomor urut 01 sangat banyak menyebutkan data, namun setelah debat usai kita fact check, data yang disebutkan banyak yang keliru,” ujar Afrizal, Selasa (27/10/2020).

Afrizal mencontohkan, H Devi Suhartoni mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Muratara sebesar 4,22 persen. Namun, berdasarkan sumber rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pengangguran terbuka di Muratara sebesar 3,77 persen.

“Rilis BPS tahun 2019 angka pengangguran di Muratara itu sebesar 3,77 persen bukan 4,22 persen,” ucapnya.
Data keliru lainnya, tambah Afrizal, juga ditemukan ketika H Devi Suhartoni menyampaikan tingkat kemiskinan di Muratara sebesar 19,49 persen padahal faktanya dari data BPS tingkat kemiskinan di Muratara sebesar 19,12 persen.

“Cabub nomor urut 01 mengatakan kalau angka kemiskinan kita sebesar 19,49. Padahal faktanya angka kemiskinan di Muratara sebesar 19,12 persen,” katanya.

“Paslon nomor urut 02 juga menyampaikan data salah dalam hal ini, mereka menyebutkan angka kemiskinan di Muratara sebelum kepemimpinan Syarif Devi hanya sebesar 16 persen, padahal rilis BPS untuk tahun 2015 itu sebesar 19,73, dan bahkan naik menjadi 20 persen di tahun 2016, hasil evaluasi kegiatan 2015,” paparnya.

Ia juga berkata jika paslon nomor urut 01 sangat jelas tidak menguasai data, karena saat dilontarkan pertanyaan dari paslon nomor urut 03 tentang indikator IPM, hanya fokus pada pendidikan.

“Padahal indikator IPM itu ada tiga, bukan hanya tentang pendidikan, ada indikator tentang kesehatan dan juga indikator tentang ekonomi,” tegas ia.

Selain itu, Afrizal juga mengatakan jika kekeliruan paslon nomor urut 01 tentang data juga terlihat saat penyampaian bahwa IPM Muratara sebesar 63,25 persen, sedangkan rilis BPS 64,32 persen.

Angka yang sama disampaikan oleh paslon nomor urut tiga, yaitu 64,32 persen, ini membuktikan bahwa paslon nomor urut 03 memahami data dan informasi yang akurat. (*)

Rekomendasi Berita