oleh

Tim Jinak Mata-matai Oknum ASN

Sedang Pesta Narkoba

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Lubuklinggau akhirnya melansir telah mengamankan dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu. Dua tersangka ini bernama Fajar Scricahyo alias Fajar (38) oknum ASN di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Chris Triandu alias Chris (38) oknum ASN di Kabupaten Musi Rawas.

Keduanya diringkus sedang asyik pesta narkoba di rumah Fajar di Jalan Kerinci II, RT 10, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, sekitar pukul 19.30 WIB, Senin (6/11). Dua tersangka diamankan berdasarkan informasi dari Tim Jihad Narkoba (Jinak) Lubuklinggau. Tim Jinak ini memata-matai gerak-gerik oknum ASN diduga melakukan penyalahgunaan narkotika di rumah tersangka Fajar. Dari informasi itu anggota BNN Lubuklinggau langsung menuju lokasi dan mengamankan kedua tersangka.

Info ini dibenarkan oleh Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho, kemarin (8/11). Ia mengatakan pihaknya telah mengamankan dua oknum ASN yakni Fajar dan Chris saat pesta narkoba di rumah Fajar. Dan, memang benar Fajar ASN bekerja di Kabupaten Muratara, sedangkan Chris di Kabupaten Musi Rawas.

“Selain kedua tersangka kami mengamankan Barang Bukti (BB) diantaranya satu bungkus plastik berisikan sabu, sekop dari pipet plastik, dan satu pirek kaca yang sebagian sudah digunakan oleh kedua tersangka,” kata Edy Nugroho, Rabu (8/11).

Edy sapaannya menyebutkan sebenarnya dengan latar belakang tersangka sebagai ASN sangat prihatin, dan menyayangkan karena terlibat dengan penyalahgunaan narkoba.

“Namun walaupun demikian kami dari anggota BNN akan memberikan hukuman sesuai dengan prosedur yang berlaku khususnya penyalahgunaan narkoba,” jelas pria berpangkat melati dua ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat akan diamankan kedua tersangka sempat melarikan diri serta membuang beberapa barang bukti termasuk alat hisap sabu (bong). Hanya saja dengan kesigapan anggota BNN. Sehingga kedua tersangka beserta BB berhasil dibekuk dan digiring kekantor BNN Lubuklinggau

“Kedua tersangka terjerat dengan pasal 112 ayat 1 joncto 132 undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal empat tahun dan maksimal delapan tahun penjara,” ucap Edy sapaannya.

* Mengamankan Seorang Waria

Edy memaparkan, selain mengamankan kedua oknum ASN pihaknya juga mengamankan diduga seorang Wanita Pria (Waria) bernama Firmansyah alias Kristin (25). Setelah sempat melarikan diri pada 26 Oktober lalu, namun menemukan barang bukti tiga butir ekstasi.

Kemudian, dilakukan penyidikan lebih lanjut diketahui keberadaan tersangka, akhirnya sekitar 14.00 WIB Senin (6/11), Kristin diciduk saat santai di Salon Cindi di Simpang Periuk tanpa melakukan perlawanan.

“Pastinya diproses hukum sesuai pasal 112 ayat 1 jo.132 Undang-Undang (UU) No.35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 4 tahun maksimal 8 tahun,” papar Edy.

Edy menambahkan dirinya menganjak masyarakat Kota Lubuklinggau khususnya kita sama-sama bersatu padu dalam menangani masalah narkoba, dan berharap oknum ataupun yang memiliki tanggung jawab moril, dalam rangka menyelamatkan generasi muda, termasuk ASN dan instansi pemerintah.

“Jadi tolonglah kalau memang mau sembuh, segera melapor dan bertobat, dari pada terjerat dengan proses hukum,” tutup Edy.

*Amankan Hanya Dua ASN

Ternyata tertangkapnya dua ASN itu bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, ASN terlibat narkoba yakni Putut (34) dan Sandi Kurniawan (29) merupakan ASN di Puskesmas Megang Sakti berhasil diringkus. Lalu Brigadir AW Anggota Polsek Lubuklinggau Utara, Brigadir MG Anggota Polsek Lubuklinggau Timur, Brigadir DD (anggota Brimob), dan Serka ZN anggota TNI semuanya pada 2017.

Kepala BNN Kabupaten Musi Rawas, Hendra Amoer mengatakan bahwa anggota BNN Kabupaten Musi Rawas bekerja sama dengan BNN Lubuklinggau mengamankan hanya dua ASN diduga terlibat dengan penyalahgunaan narkoba.

“Hanya ada dua ASN yang kami amankan terhitung 2016 hingga 2017,” kata Hendra Amoer.

Hendra Amoer menjelaskan, adapun identitas tersangka ASN yakni Putut (34) warga Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugu Mulyo, dan Sandi Kurniawan (29), Warga Desa Pagar Sari Kecamatan Tugu Mulyo yang merupakan ASN di Puskesmas Megang Sakti diamankan, Senin (28/11/2016) sekitar pukul 13.00 WIB

“Jadi hanya ada dua ASN terlibat dengan narkoba,” jelas Hendra Amoer.

Ia menegaskan kepada oknum masih terlibat dengan penyalahgunaan narkoba baik ASN maupun warga sipil, segera berhenti melakukan hal negatif tersebut.

“Akan lebih baik apabila sudah menjadi korban narkoba dilakukan perehaban, sehingga bisa terlepas dari belenggu narkoba dan proses hukum. Namun, juga harus digaris bawahi kadang kala penyalahgunaan mendaftarkan diri untuk direhab dengan alasan agar tidak dilakukan penangkapan,” ucap Hendra Amoer.

Hendra Amoer menambahkan, sebenarnya mengenai ASN terlibat dengan narkoba bisa dikatakan sangat prihatin. Seharusnya sebagai contoh warga sipil agar tidak terlibat dengan narkoba ataupun tindak kriminalitas lainnya.

“Tetapi mala sebaliknya. Maka dari itu, kami BNN Kabupaten Musi Rawas tidak akan pandang bulu akan meringkus penyalahgunaan narkoba. Baik ASN, aparat penegak hukum dan anggota BNN sekalipun akan dilakukan tindakan tegas,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita