oleh

Tim Dinkes Cek Kadar CO Pelajar

SMA Yadika Dukung Penegakan Perda KTR

Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau bekerja sama dengan sembilan puskesmas melakukan gerakan Upaya Berhenti Merokok (UBM). Salah satu program yang dicanangkan, rutin mengecek CO (Karbon Monoksida).

Laporan Sulis, Watervang

SALAH satu sekolah yang jadi sasaran sosialisasi program UBM itu, adalah SMA Yadika, Kamis (25/7). Siswa-siswi yang bersekolah di SMA Yadika, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I ini antusias mendengarkan pengarahan dari Kasi Penyakit Tidak Menular, Keswa dan Nafza, Wahyu dan tim Puskesmas Citra Medika.

Menurutnya, kegiatan UBM ini sebagai evaluasi dari implementasi pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Wahyu menerangkan, dari sembilan puskesmas yang ada di Kota Lubuklinggau, masing-masing ditugasi untuk melakukan UBM terhadap siswa-siswi di tiga sekolah.

“Sampai saat ini, baru tiga sekolah yang kami datangi,” terang Wahyu saat kami bincangi.

Setelah melakukan sosialisasi, tim juga mengecek kadar CO para siswa dan siswi.

“Ada yang kadar CO-nya normal. Kategori normal ini, antara 0-7. Tapi kalau kadar CO-nya sudah diatas 7, artinya siswa atau siswi tersebut, sudah jadi perokok aktif. Atau bisa jadi orang yang rutin terpapar asap. Bukan hanya dari rokok, ada juga yang kami temukan itu, anak perempuan tidak merokok tapi kadar CO yang kami cek sampai 7. Ternyata dia anak pedagang sate,” imbuh Wahyu.

Ia menerangkan, Karbon Monoksida yang kita hirup paling besar berasal dari rokok, apalagi bila kita merupakan perokok aktif atau perokok pasif yang intens. Karena bila kita perokok aktif, maka jumlah asap yang masuk ke tubuh berkali-kali lipat dari polusi lain.

Polusi dari asap rokok yang mengendap lama di dalam tubuhlah yang banyak menimbulkan masalah kesehatan. Dengan begitu, dr Agus menyarankan untuk selalu menggunakan masker di tempat umum dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan tinggi.

Berhenti merokok atau menerapkan gaya hidup sehat adalah solusi yang paling tepat untuk selalu terhindar dari bahaya polusi udara.

Melihat adanya sosialisasi ini, Kepala SMA Yadika Lubuklinggau, Suharto memberikan apresiasi. Ia berharap, para peserta didiknya tidak merokok, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Selain bentuk ketaatan pada perda, juga sebagai bentuk kepedulian untuk kesehatan diri dan lingkungan.(*)

Rekomendasi Berita