oleh

Tiga Remaja yang Membunuh Erwin Dituntut JPU, ini Tuntutannya

LINGGAU POS ONLINE – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut tiga orang remaja terdakwa kasus pembunuhan terhadap Erwin Kusuma Jaya alias We (19), yakni IM alias BLD (12), IL alias CIL (15) dan HA alias GDL (15), dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Rabu (15/10/2019).

JPU M Hasbi menuntut IM alias BLD dengan Perawatan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejateraan Sosial (LPKS) Balai Alyatama di Provinsi Jambi selama satu tahun.

Sebab IM menurut JPU sebagai anak yang berkonflik hukum dan terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korbanya meninggal dunia dan melanggar pasal 365 ayat (4) KUHP.

Sementara, HA alias GDL dituntut hukuman penjara selama tiga tahun, sedangka IL alias CIL dituntut JPU dengan kurungan penjara selama tujuh tahun. Keduanya dituntut dalam pasal yang sama yakni pasal 365 ayat 4 KUHP.

Adapun hal yang meringankan anak tersebut yakni anak masih dibawah umur, mengakui perbuatannya, anak sudah berdamai dengan pihak korban dan ada anak yang masih berstatus pelajar. Dan hal yang memberatkan anak yakni menyebabkan korbannya meninggal dunia dan perbuatannya meresahkan masyarakat.

Persidangan ini dipimpin oleh majelis hakim Indra Lesmana Karim didampingi Yopi Wijaya dan Hendri Agustian.

Sementara kuasa hukum kedua anak tersebut Ayub Zakaria dan Edwar Antoni mengatakan jika ia akan membuat dan melakukan pembelaan “Kami akan Pledoi dan diberi waktu dua hari oleh majelis,” kata Ayub Zakaria, Selasa (15/10/2019).

Dijelaskannya pembelaan tersebut atas dasar Anak dipersidangan terlihat sopan, mengakui kesalahan, dan ada satu anak yang masih menempuh pendidikan di Sekolah.

“Kita berharap masa depan anak kembali normal untuk menuju masa depan yang lebih baik lagi,”ujarnya.

Selain itu sambungnya, ada juga surat rekomendasi dari sekolah bahwa HA masih bertatus sekolah. Kemudian sidang kemudian akan dilanjutkan pada Kamis (17/10/2019)  dengan agenda pledoi.

Sebelumnya seperti diketahui kronoligis pembunuhan, bermula chating antara HA alias GDL (15) dengan IM alias BLD (12).

Dalam chating HA bertanya lokak duit dengan IM lewat chattingan. Saat itu  IM langsung memasang jebakan dengan mengirim pesan chating ke beberapa orang.

Kemudian tersangka HA pergi meninggalkan kedua temannya mengambil pisau. Rencananya pisau untuk IM, karena takutnya korban hendak melawan.

HA kemudian menyerahkan pisau ke IL saat kembali bertemu di Gedung Pasar Satelit. Ketiganya sesuai waktu yang dijanjikan, kemudian berkumpul di lapangan dekat Jalan Kenanga I Lama.

Tersangka IL dan HA bersembunyi mengawasi IM yang duduk digundukan tanah menunggu korban Erwin.

Korban Erwin kemudian minta ditemani temannya Noval mendatangi BLD. Namun Noval ditinggal di Pasar Satelit, kemudian Erwin menemui IM. “Tunggulah disini aku nak jemput IM,” kata Erwin kepada Noval.

Korban Erwin datang ketempat kejadian menjemput IM. Keduanya bertemu, kemudian IM meminjam ponsel korban Erwin dengan alasan hendak chating dengan temannya Maya.

Melihat ponsel sudah ditangan IM, tersangka HA dan IL langsung mendekat. Sementara korban Erwin curiga, sehingga merebut kembali ponselnya, hingga sempat saling tarik menarik dengan IM.

Tersangka IL yang datang langsung berkata kepada korban Erwin, “Sinikan HP kau.” Bersamaan saat itu korban sempat menjawab “ idak galak”, Ialu tersangka IL mengancam “Kagek kau kutujuh.” Namun Erwin berkata tujalah.

HA kemudian meninju wajah korban sambil menarik kerah baju. Bersamaan itu IL langsung menikam ulu hati korban Erwin. Hingga korban langsung terduduk dan berkata aduh sambil memegangi perutnya.

Korban langsung turun ke tebing menuju Jalan A Yani. Ia kemudian terkapar dan tewas di aspal jalanan.

Kemudian ketiganya langsung pergi dengan tergesa-gesa. Kemudian HA dan IL menuju tempat saksi Alvin, keduanya memasuki kamar mandi. Namun saksi Alvin tidak mengetahui apa yang dilakukan HA dan IL.

Kemudian IL menyerahkan pisau kepada HA di ruang tamu kediaman Alvin, sambil berkata ‘bawalah pisau kau”.

HA kemudian meletakkan pisau di dekat lemari rumah saksi Alvin. Ia kemudian pergi dari rumah saksi. Begitu juga IL dan IM langsung pergi.(*)

Laporan Endang Kusmadi

 

Rekomendasi Berita