oleh

Tiga Kecamatan di Muratara Banjir

LINGGAUPOS.CO.ID – Di akhir ramadan menjelang Idul Fitri 1441 H, bencana kembali menerpa Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Yakni banjir datang melanda di beberapa wilayah kecamatan dalam Kabupaten Muratara, Selasa (19/5/2020).

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menjelaskan, seperti di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit air merendam rumah warga sudah berjalan tiga hari dan juga terjadi tiga kali dalam bulan ini.

Ditempat berbeda, di Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu juga air meluap hingga ke pemukiman warga merendam ratusan rumah di Kampung 5 dan Kampung 3.

Kelurahan Muara Rupit juga terdampak untuk warga yang berada di bantaran sungai air masuk hingga ke halaman permukiman masyarakat kelurahan.

Sekitar pukul 20.00 Wib, Senin (18/5/2020) air sungai juga merendam permukiman masyarakat Desa Dan Kelurahan Karang Dapo Kecamatan Karang Dapo, sementara untuk kecamatan Rawas ilir juga merendam permukiman masyarakat di Desa Mandi Angin. Dimana air diketahui kedalamannya 1 meter hingga 1,5 meter paling dalam.

Seperti yang dikatakan oleh masyarakat Desa Karang Dapo 1, Apri (24) menjelaskan, bahwa di desanya kedalaman air sudah mencapai 1,5 meter. Dan membuat warga kesulitan untuk beraktivitas keluar masuk desa.

“Jika banjir audah dalam seperti ini sudah sulit warga untuk keluar desa. Karena terkendala perahu ketek untuk keluar. Saya saja sampai 3 jam menunggu ojek perahu ketek untuk keluar desa,” jelas ia.

Terpisah Kepala BPBD Muratara, Syarmidi mengatakan bahwa banjir datang baru senin kemarin akibat hujan lebat. Dan banjir tersebut baru naik belum dapat dikatakan berdampak pada masyarakat.

“Banjir ini belum bisa dikatakan berdampak, walaupun air sudah masuk ke permukiman warga. Namun kami menghimbau warga tetap waspada dan berhati-hati dengan curah hujan yang belum dapat dipastikan,” kata Syarmidi.

Dilanjutkannya, di Mei seharusnya sudah masuk musim kemarau. Tapi justru saat ini datangnya banjir dan curah hujan yang lebat. Namun kami juga akan tetap turun kelapangan meninjau lokasi.

“Kami akan melakukan peninjauan ke lokasi banjir. Melihat kondisi masyarakat dan kedalaman air. Namun hari ini, kami masih fokus melakukan pencarian kepada korban hanyut tenggelam,” tutupnya. (*)

Rekomendasi Berita