oleh

Tiga Jam Jalinsum Lumpuh

LINGGAU POS ONLINE, RUPIT – Lebih kurang tiga jam Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) lumpuh alias tidak bisa dilalui. Lantaran tertimbun pasir dan batu serta kayu balok dari warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang melakukan unjuk rasa, Jumat (21/9).

Aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB ini mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Menuju Perubahan (AM2P) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara untuk segera menyelesaikan permasalahan batas wilayah antar desa dan antar kecamatan yaitu Kecamatan Rupit dengan Kecamatan Karang Dapo serta Kecamatan Rawas Ulu.

Sebagaimana disampaikan oleh perwakilan warga, Wildan, Tamrin dan Apin yang menegaskan masyarakat sudah jenuh menunggu penyelesaian tapal batas desa mereka dengan Desa Remban dan Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo.

Menurut mereka, proses penyelesaian tapal batas tersebut sudah mereka sampaikan sejak tahun 2016, namun hingga sekarang belum ada tindakan dari pemerintah.

“Masalah ini sudah tiga tahun kami nungggu, sejak tahun 2016 tapi sampai saat ini belum juga terselesaikan, bahkan sudah berapa kali ganti Kepala Tapem, tak juga selesai,” terang Wildan.

Selanjutnya, kurang lebih pukul 14.30 WIB diadakan mediasi antara Pemkab Muratara yang diwakili oleh Kabag Tapem Setda Kabupaten Muratara Aan Andrian, Camat Rupit Asma’un dan Kepala DPMDP3A Firdaus, Kepala Kesbangpo Herawati dan Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro yang diwakili oleh Kabag Ops Kompol Handoko Sanjaya dengan perwakilan warga, mantan Penjabat Kades Karang Anyar Japarin, Idris dan perwakilan pemuda Tamrin, Apin dan Wildan.

Meskipun proses mediasi mengalami tarik ulur dalam hal kesepakatan, akhirnya pukul 16.46 WIB warga melalui perwakilannya sepakat, membuka portal sehingga Jalinsum kembali normal.

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kabag Ops Kompol Handoko mengatakan memang proses mediasi cukup alot hampir tiga jam. Dan bersyukur bisa sepakat serta portal dibuka.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat bila melakukan unjuk rasa silakan, kami dari pihak kepolisian 24 mengawal aksi tersebut, asalkan sesuai aturan yang ada di negara RI,”pesan dia.

Sementara itu, Kabag Tapem Setda Kabupaten Muratara, Aan Andrian mengatakan sesuai dengan kesepakatan tadi diantaranya pihaknya bersama instansi lain dan juga perwakilan masyarakat Senin (24/9) mendatang akan turun pengecekan dan pemasangan tapal batas tersebut.

Baik antara Desa Karang Anyar dengan Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu dan perbatasan Karang Anyar dengan Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo.

“Sesuai kesepakatan tadi kita bersama masyarakat akan turun mengecek lokasi perbatasan,”jelas dia.(asd)

Rekomendasi Berita