oleh

Tiga Jam, Dua Siswa Tewas Lakalantas

LINGGAU POS ONLINE, CURUP- Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Sukowati Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Senin (20/8) pukul 13.25 WIB. Korbannya, seorang pelajar Sanjay (16) meninggal dalam Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) dalam perjalanan pulang sekolah.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Ordiva melalui Kasat Lantas, AKP Henry Hutasoit menjelaskan tabrakan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat Nopol BD 4561 KQ yang dikemudikan siswa SMKN 1 Rejang Lebong, Sanjay berboncengan dengan David (15). Sepeda motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan Honda Revo Nopol BD 4382 SJ yang dikemudikan Devi (22). Warga Sukowati, Kecamatan Curup yang merupakan tukang ojek itu sedang ditumpangi dua pelajar MTS Sukowati Curup yakni Darwis (12), dan Raden (13) yang merupakan warga Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang.

Sanjay diduga meninggal saat dievakuasi menuju RSUD Curup. Sementara Devi, David, Darwis dan Raden masih menjalani perawatan medis di RSUD Curup.

“1 Orang meninggal dunia atas nama Sanjay, dua orang luka berat atas nama Darwis dan Raden dan dua orang lainnya Devi dan David mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke RSUD Curup,” tegas Kasat Lantas.

Korban ada yang mengalami luka robek di pelipis mata kiri, luka robek di tangan kiri, robek di mulut atas, patah kaki kiri dan kanan dan masih menjalani perawatan medis di RSUD Curup.

AKP Henry Hutasoit memaparkan, kronologis kejadian bermula saat kendaraan Honda Beat melaju dari arah Sukowati Curup menuju arah Bundaran Simpang Empat Dwi Tunggal. Sesampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang kondisi jalan sedikit menikung, kendaraan diduga hendak menyalip kendaraan roda empat yang ada di depanya.

Diduga keluar dari jalurnya, saat bersamaan muncul kendaraan jenis Revo dari arah berlawanan hingga akhirnya terjadi tabrakan.

“Memang saat terjadi Lakalantas di sekitar TKP sedang ramai karena bersamaan dengan jam pulang sekolah,”tambahnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus kecelakaan menelan korban jiwa tersebut. Sementara itu, kondisi kedua kendaraan yang mengalami rusak parah sudah diamankan di Mapolres Rejang Lebong untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, menurut keterangan salah satu pengendara yang melintas di kawasan itu, Mudi (35) warga Talang Rimbo Lama Curup Tengah, kecelakaan terjadi saat kondisi jalan ramai, sebab berbarengan dengan jam pulang sekolah.

Dalam kecelakaan maut yang melibatkan empat diantara pelajar tingkat SMA dan SMP tersebut masih menggunakan seragam sekolah.

Belum diketahui persis kondisi terakhir korban. Namun sejumlah keluarga korban mulai berdatangan untuk melihat kondisi keluarganya.

***

Sementara di Tikungan Tiga Beradik, Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang, Lakalantas juga menelan korban jiwa, Senin (20/8) sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban yang informasinya bernama Dede Alamsyah (17) merupakan pelajar SMAN Curup. Warga Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang itu meninggal dunia di RSUD Curup karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala, luka robek di mulut, dan luka robek di pelipis mata sebelah kiri.

AKP Henry Hutasoit saat dikonfirmasi membenarkan adanya Lakalantas menelan korban jiwa di Jalan Umum Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang itu.

Lakalantas itu, kata AKP Hendry, melibatkan sepeda motor Honda Beat Nopol BD2281 KS yang dikemudikan Dede Alamsyah dengan mobil Toyota Innova Nopol BG 1763 HB yang dikemudikan H Poi (41) warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU). H Poi tidak mengalami luka.

Dijelaskan Kasat, kronologis kejadian bermula saat sepeda motor

Honda Beat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Lubuklinggau  menuju Curup. Di sekitar TKP dengan kondisi jalan menikung kendaraan mengalami out control dan terjatuh hingga terseret beberapa meter di aspal.

Naasnya, saat kondisi korban terseret langsung menabrak kendaraan Innova yang berada dari arah berlawanan.

“Diduga pengendara sepeda  motor tidak memperhatikan batas kecepatan dan tidak menggunakan helm,” katanya.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegas AKP Hendry. (09)

Rekomendasi Berita