oleh

Tiga Jabatan Eselon II Kosong

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Setidaknya ada tiga kursi eselon II, Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama d Kabupaten Muratara masih kosong. Tentu untuk kelancaran roda pemerintahan, jabatan tersebut harus segera diisi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Muratara, Sudartoni, Selasa (16/1) membenarkan akan kekosongan tersebut.

Tiga jabatan Eselon II tersebut yakni, pertama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Muratara, Elvandari dikarenakan pindah ke Pemerintah PPDT.
Kedua, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Muratara, H Rustam Effendi yang saat ini sedang diproses pensiunnya lantaran maju mencalonkan diri sebagai calon Walikota Lubuklinggau.

Ketiga, Staf Ahli Bupati Muratara Tarmizi yang sekarang ditunjuk sebagai Asisten I, Tata Pemerintahan.

Selain itu, menurutnya, masih banyak juga jabatan yang kosong di tingkat struktural. Seperti Kepala Bidang maupun Kepala Seksi dihampir seluruh kantor baik dinas maupun badan.

Dalam hal masa pengisian, atau pelantikan pejabat baru, Sudartoni mengatakan untuk kapan darinya tidak tahu, karena itu hak dan wewenang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Untuk pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Muratara, kapan, di mana itu BKPSDM tidak tahu. Namun untuk diminta seluruh data termasuk golongan, pendidikan rekam jejak untuk dasar pengangkatan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) kita siap,” kata Sudartoni, kemarin.

Intinya, ia masih menunggu petunjuk. Karena Hak Pimpinan Baperjakat dalam hal ini Sekretaris Daerah Kabupaten Muratara.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk persyaratan menjasi Eselon II, Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di kabupaten/kota, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2017, tentang manajemen PNS. Diantaranya umur tidak boleh lebih dari 56 tahun. Walaupun sehari tidak boleh.

“Untuk pejabat yang mengisi JPT Kabupaten Kota, sesuai PP No. 11 tahun 2017 usia maksimal 56 tahun, tidak boleh lebih walaupun sehari,” imbuhnya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita