oleh

Tiga Hari Disegel, Aktivitas DPMPTSP Muratara Lumpuh Total

-Muratara-187 dibaca

LINGGAUPOS.CO.ID – Diduga karena permasalahan gaji selama tiga bulan tidak kunjung dibayarkan, kantor Dinas Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) disegel Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Penyegelan kantor terkait gaji TKS selama tiga bulan terhitung Januari-Maret itu, diketahui telah berlangsung sejak Selasa (20/4/21). Karena belum menemukan kata sepakat akhirnya kantor tersebut, disegel kembali oleh TKS dan mengakibatkan semua aktivitas kantor DPMPTSP terhenti sementara waktu.

Diungkapkan PL salah satu TKS kepada awak media, disegelnya kantor DPMPTSP itu karena dia bersama dengan teman-teman TKS yang lain dan bagian PK meminta kejelasan kapan gaji mereka akan dibayarkan.

Karena terhitung sejak 1 April lalu, lanjut dia, mereka telah dirumahkan, namun gaji terakhir mereka selama tiga bulan belum kunjung dibayarkan. Oleh karena itu pihaknya lakukan penyegelan kantor, dengan tujuan agar ada solusi terkait pembayaran gaji mereka.

“Kami menuntut hak kami, karena selama ini kami berkerja disini, dan ke depan belum tentu bisa bekerja lagi disini. Kita menuntut hak karena sejak 1 April dirumahkan dan tidak lagi bekerja, maka hak-hak kami harus dibayarkan,” tegasnya.

Dijelaskannya, dari dulu hingga sekarang DPMPTSP itu selalu bermasalah terkait dengan pembayaran gaji TKS maupun PK. Padahal apa salahnya pihaknya hak, karena dia merasa sudah bekerja dan setidaknya bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarga atas pengabdiannya selama ini.

Hal yang sama juga disampaikan As, salah satu PK DPMPTSP Muratara. Dia mengungkapkan, penyegelan kantor itu bukan tanpa alasan, sebab banyak TKS kesal karena gaji belum ada tanda tanda akan dibayarkan.

“Kesal saja dek, karena hingga sekarang belum ada kejelasan terhadap gaji kami. Kalau memang ada kejelasan, tentu kantor akan kami buka. Kami butuh solusi kapan gaji kami itu dibayarkan. Jadi apabila belum ada solusi, maka sementara waktu kantor ini tetap ditutup,” ujarnya dengan nada kesal.(*)

Rekomendasi Berita