oleh

Tiga Bulan DPO, Pengangguran Diringkus

LINGGAU POS ONLINE, STL ULU TERAWAS – Seorang pengangguran berinisial AK (17) berhasil diringkus anggota Polsek Terawas, Jumat (17/8). Warga RT 06 Kelurahan Terawas, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas (Mura) diduga melakukan Pencurian dengan Pemberatan (Curat).

Malah, AK ternyata sudah tiga bulan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian. Korbannya Marodi (34), pedagang toko manisan di RT 05 Kelurahan Terawas. Tersangka yang masih berusia remaja itu diduga membobol toko Marodi, Jumat (18/5) lalu.

Modusnya tersangka masuk ke dalam toko milik Marodi pukul 04.30 WIB dini hari. AK membobol pintu toko dengan besi. Setelah berhasil masuk ke dalam toko, tersangka AK mengambil berbagai barang dagangan dan uang tunai yang ada dalam toko tersebut.

Sementara Marodi, saat kejadian sedang tidak berada di toko. Korban baru menyadari warungnya dimasuki pencuri, ketika akan membuka toko pada pagi harinya.

Saat itu, Marodi melihat  pintu tokonya sudah dalam kondisi terbuka. Setelah diperiksa ke dalam, ternyata banyak barang dagangannya dalam toko tersebut hilang. Seperti rokok, makanan dan uang tunai Rp 5 juta.

Peristiwa yang dialaminya tersebut dilaporkan ke Polsek Terawas. Dari laporan itu, anggota Polsek Terawas melakukan pencarian. Setelah tiga bulan melakukan pencarian, dan anggota Polsek Terawas melihat tersangka melintas di jalan poros Kelurahan Terawas menggunakan sepeda motor metik tanpa Nopol.

Selanjutnya, anggota langsung melakukan pengejaran, setelah hendak ditangkap tersangka mencoba melarikan diri dengan berlari ke rumah warga dan akhirnya berhasil diamankan. Tersangka kemudian dibawa ke Mapolsek Terawas, untuk diamankan dan diperiksa lebih lanjut.

Kapolres Mura AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Terawas Iptu Haerudin dikonfirmasi, Minggu (19/8) membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka AK diduga melakukan Curat.

Saat ini tersangka diamankan di sel tahanan Mapolsek Terawas untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jika cukup bukti, AK melakukan Curat terhadap di toko milik Marodi, ia dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (04)

Rekomendasi Berita