oleh

Tiga ASN Disidang TP-TGR

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Lubuklinggau berkomitmen untuk menegakan kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satunya seperti Jumat (6/4), tiga ASN di lingkungan Pemkot Lubuklinggau disidang karena telah menghilangkan kendaraan dinas jenis motor.

Sidang ini dilakukan secara musyawarah yang dipimpin langsung oleh Sekda Kota Lubuklinggau H Rahman Sani, didampingi Asisten III Setda Kota Lubuklinggau Kahlan Bahar, Kepala BKPSDM Kota Lubuklinggau H Ikhsan Roni, perwakilan Inspektorat Kota Lubuklinggau Heriansyah di OP Room Dayang Torek Kelurahan Kayu Ara, Kecamtan Lubuklinggau Barat I. Jumat (6/4).

Sidang majelis Tuntutan Pembendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR) terhadap bendahara, atau pegawai bukan bendahara baik langsung atau tidak langsung yang telah merugikan daerah pada SKPD Pemkot Lubuklinggau. H Rahman Sani membacakan tuntutan dan mendengarkan pembelaan serta sanggahan dari tertuntut untuk menghasilkan kesepakatan damai, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku.

Dalam TP-TGR, ada 3 ASN terdakwa Yaitu Tovan Asmar Kasi PTSP perizinan, DR Virry Disdik dan Arikha Staf Kecamatan Lubuklinggau Utara I. H A Rahman Sani mengatakan daftar jenis kendaraan mesin yang hilang dan disidangkan, yakni kasus pada tahun 2018. Jenis barang kendaraan roda dua, yang hilang di luar jam kerja.

Dan dari hasil keputusan dan kesepakatan dari tim, bahwa pihak tertuntut siap mengganti rugi kendaraan dinas yang hilang, sesesuai dengan harga kendaraan yang hilang dan tahun kendaraan.

“Sebagai kebutuhan bagi setiap pemegang kendaraan dinas apabila kendaraan dinas hilang harus diganti, melalui tahapan yaitu disurvei apa penyebab kendaraan hilang, apa karena kelalaian tempat kerja, di rumah atau di luar jam kerja. Sudah atau belum melapor ke pihak yang berwajib yaitu polisi, dan apabila indikasi karena kelalaian maka akan ditindaklanjuti,” jelas Rahman Sani.

Ditambahkan Rahman Sani, ganti rugi harus dengan pedoman tahun beli berapa, dan harga pasar berapa. Yang menjadi kendalanya harga tidak menentu sehingga susah untuk ditentukan harga karena semua tergantung dengan bentuk barangnya masih bagus atau sudah banyak yang rusak, untuk kendaraan dinas rata-rata 50 %. Untuk pembayaran dicicil selama 24 bulan di setorkan ke Bank Sumsel dan bukti setoran diserahkan ke Bagian keuangan.(CW01)

Rekomendasi Berita