oleh

Tiga Anak Jatuh di Atas Jembatan

Aidil: Ada Warga yang Pasang Dua Keping Papan

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas pada Kamis (2/11) lalu geger pasalnya, tiga orang anak jatuh dari atas jembatan yang belum selesai dibangun.

Kepada Linggau Pos, Jumat (3/11) ayah korban mengatakan kejadian naas tersebut dialami oleh tiga anaknya yaitu Soimah Fitria (13), Agus Soimun (9) dan Siti Aisyah (1).

Tiga orang anak dari Asrori (67) ini melintasi jembatan yang sedang dibangun menggunakan motor jenis Revo hitam.

“Jembatan tersebut sejak beberapa bulan terakhir belum dibangun kembali oleh pihak pemborong, ketiga anak saya ini melintasi jembatan tersebut, dikiranya jembatan ini sudah selesai di timbun, namun ternyata disisih lain belum selesai ditimbun dengan tanah. Dan sayangnya lagi tidak ada papan pemberitahuan, makanya anak saya langsung melintas saja,”kata Asrori.

Dari kejadian ini, Asrori menuntut kepada pihak-pihak terkait untuk bertanggung jawab atas kejadian kecelakaan anak-anaknya ini. Karena, kejadian seperti ini bukan hanya sekali, namun sudah sering akibat kecerobohan dari pemborong.

“Aku mau nuntut seng punya proyek atas kecerobohan pemborong mengakibat anakku hampir mati, aku tak tuntut secara hukum, gak mau damai-damai, pokok eh harus bertanggung jawab,”ungkap Asrori dengan logat bahasa daerahnya.

Karena, menurut pendapat Asrori kalau kejadian ini dibiarkan, maka bisa berakibat fatal bagi warga lainnya.

“Kami minta kepada dinas terkait untuk menegur dan diberikan sanksi kepada pelaksana proyek. Karena kami menilai di sini sangat banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pelaksana proyek contohnya papan proyek pengerjaan jembatan hampir rampung namun hingga sekarang papan proyeknya tidak ada,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, H Aidil Rusman mengatakan awalnya jembatan tersebut rendah, sehingga sering terkena banjir. Sehingga oleh Dinas PU Bina Marga 2017 ditinggikan menjadi 1.5 Meter.

“Dalam proses pembangunan, kita siapkan jembatan darurat. Sehingga, seluruh masyarakat selama proses pembangunan menggunakan jembatan tersebut, namun ketika saya melakukan pengawasan awal Oktober yang lalu, entah siapa yang membuat, ada dua keping papan di atas jembatan tersebut, kebetulan juga ketika ada saya ada anak sekolah yang melewati papan itu. Saya langsung marah kepada pemborongnya, karena itu sangat berbahaya sekali, apalagi tingginya mencapai 1.5 meter,” papar Aidil Rusman.

Dari kejadian tersebut, Aidil langsung memerintahkan kepada pemborong supaya tidak ada masyarakat yang melintasi jembatan tersebut sebelum pembangunan selesai.

“Karena sangat berbahaya itu, kita sudah mewanti-wanti sejak awal, tapi rupanya memang masyarakat yang sengaja menyiapkan papan dua keping untuk melintas di sana. Padahal jembatan darurat sudah kita bangun. Ketika saya di sana, dua keping papan tersebut langsung dibongkar, ternyata ketika kita pulang dipasang lagi oleh masyarakat di sana,” tegasnya.

Setelah menerima laporan tentang kejadian ini, Aidil langsung memerintahkan pihak kontraktor untuk memasang rambu larangan tentang jembatan tersebut belum bisa dilewati.

“Saya juga meminta agar segera dilakukan penimbunan apabila dinding pasangan batu sudah keras,”tutupnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita