oleh

Tidak Terdaftar di BPOM RI

KEPALA BPOM Kota Lubuklinggau, Afdil Kurnia mengatakan timnya belum melakukan cek soal komposisi obat yang dibawa Peng Changfu dari Tiongkok tersebut.

“Jadi baru bentuk fisiknya saja yang kami cek. Hasilnya, kami hanya memberikan masukan bahwa dari bentuk fisik obat-obat ini tidak terdaftar di BPOM RI dan tidak memiliki izin edar. Selain itu pengemasannya juga tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan BPOM,” tutur Afdil saat diwawancara Linggau Pos, Selasa (15/1).

Mempertimbangkan beberapa hal tadi, lanjut dia, maka BPOM Lubuklinggau tidak bisa menjamin keamanan obat tersebut.

“Nah, kalau mau tahu kandungannya apa, bahaya atau tidak, ya harus uji laboratorium dulu. Namun, teman-teman dari Polres Lubuklinggau sedang melakukan pengembangan. Dan kami belum diminta untuk uji lab. Kami masih menunggu dari Polres dulu,” jelas Afdil.

Sepanjang 2018, Afdil yang sebelumnya bertugas di BPOM Sumsel itu belum pernah menjumpai ada WNA dari Tiongkok sengaja datang ke Indonesia untuk bawa obat diedarkan.

“Selama ini yang kita temui ada WNI bawa obat dari luar negeri karena dia berobatnya ke luar negeri. Nah, ini kan kasusnya bawa obat dari luar untuk diedarkan ke dalam negeri,” imbuhnya.

Sejauh yang Afdil ketahui, Peng Changfu ini telah menempuh perjalanan dari Jambi.

“Ya, menurut informasi yang saya dapat, dia sudah dari Jambi. Rencananya dia akan melakukan pengobatan di salah satu rumah ibadah di Kota Lubuklinggau. Namun, belum jadi dilakukan,” jelasnya. (lik)

Rekomendasi Berita