oleh

Tidak Ada Solusi Instan

Untuk Keluhan PDAM

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Terkait banyaknya keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan PDAM, anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Hendy Budiono juga mengimbau kepada masyarakat, terutama pelanggan PDAM untuk bersabar. Karena pihaknya juga meyakini, pemerintah saat ini sedang berupaya untuk meningkatkan pelayanan PDAM.

Karena ia pun meyakini, tidak ada solusi yang instan yang bisa dilakukan saat ini oleh pemerintah maupun pihak PDAM, untuk meningkatkan pelayanan PDAM.

“Kecuali, pemerintah menyediakan air bersih ke rumah-rumah warga untuk memenuhi kebutuhan air minum mereka, melalui tangki. Itu pun kami nilai belum bisa dilakukan dengan maksimal, mengingat banyaknya kebutuhan air di masyarakat,” ungkap Hendy, Senin (4/12).

Karena sejak dulu ia melanjutkan, permasalahan belum maksimalnya pelayanan PDAM Tirta Bukit Sulap selama ini sama. Masih digunakannya pompa air dan pipa yang sudah lama.

“Solusi jangka panjangnya, ya harus dilakukannya pengadaan mesin pompa air yang baru, serta penggantian pipa. Kemarin, di APBD-P sudah kita anggarkan Rp 4,5 miliar untuk pengadaan mesin pompa baru dan infrastruktur internal lainnya. Namun terkendala saat pelelangan. Sehingga diurus kembali di pusat, dan baru bisa dilakukan pengadaan di Desember atau Januari 2018 mendatang,” jelasnya,

Selain pompa, intake kasie yang dinilai paling efektif dalam mendistribusikan air ke pelanggan juga bisa menjadi solusi.

“Dan kami lihat, saat ini dari intake Kasie sedang ada perbaikan pipanisasi yang anggarannya kita juga kurang tahu, dari mana. Mudah-mudahan setelah dilakukan pembenahan, pendistribusian air lebih maksimal dan bisa lebih meningkatkan pelayanan PDAM, meskipun belum maksimal,” jelasnya kembali.

Untuk itu, ia pun juga mengimbau agar pelanggan PDAM bisa paham mengenai kondisi PDAM saat ini.

“Yakin pemerintah sedang terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan. Saat ini hanya butuh waktu, agar kedepan pelayanan PDAM bisa sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Soe menjelaskan, kalau selain infrastruktur jalan, permasalahan PDAM juga menjadi perhatian pemerintah saat ini. Ia menyadari, masih banyak yang harus dibenah, untuk meningkatkan pelayanan PDAM.

“Kalau diibaratkan, permasalahan PDAM ini seperti ‘kusut sekaset’. Harus banyak pembenahan, baik dari pemerintah sendiri, maupun dari masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya sudah berupaya, dengan memberikan dana hibah sebesar Rp 3 miliar untuk pembenahan.

“Namun masih terkendala. Kalau tahun sebelumnya terkendala oleh Perda, untuk tahun ini masih terkendala lantaran pihak PDAM belum memiliki nomor untuk lelang,” ungkapnya kembali.

Solusi lainnya ia menegaskan, harus ada pembenahan total di intake watas.

“Serta penambahan intake baru di Bukit Sulap. Keduanya, membutuhkan anggaran sebesar Rp 90 miliar. Karena untuk pembuatan satu intake saja butuh anggaran Rp 30 – Rp 40 miliar,” jelasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita