oleh

Tetap Upacara HUT Kemerdekaan

LINGGAUPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) akan melaksanakan upacara di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia, 17 Agustus 2020. Hal ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Nomor:B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 terkait Pedoman Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mura, Dien Candra, Senin (6/7).

Menurut Dien, surat edaran itu sudah diatur terkait pelaksanaan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-75 RI. Upacara dilaksanakan secara sederhana, khidmat, dan mematuhi Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.

Adapun komposisi petugas upacara, yakni 1 orang komandan, 3 orang pasukan pengibar bendera pusaka, 20 orang pasukan upacara yang terdiri dari TNI/Polri. Selanjutnya, korps musik 20 orang, MC sebanyak 2 orang dan pasukan pelaksanaan tembakan kehormatan pada Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan 17 orang berasal dari TNI.

“Kita mematuhi aturan yang sudah ditetapkan, sesuai dengan petunjuk yang sudah dikeluarkan oleh Menteri Sekretaris Negara,” jelasnya.

Dijelaskan Dien, pihaknya akan berpatokan pada aturan yang sudah disampaikan tersebut. Namun, ketika ada perbaikan atas aturan yang sudah dikeluarkan, akan segera dijalankan.

Hanya saja, Sekretaris Dispora Muratara, Nopa saat dibincangi menegaskan terkait pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-75 RI pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut. Baik dari pemerintah pusat maupun provinsi dan pemerintah daerah.

Karena kata Nopa, di pusat pun hingga Senin (6/7) belum melakukan seleksi anggota Paskibraka, sedangkan tingkat Provinsi Sumsel seleksi sudah dilaksanakan.

“Makanya kita tunggu petunjuk, apakah nanti dilaksanakan atau tidak,” jelas Nopa.

Meski begitu, Pemkab Muratara sudah menyeleksi anggota Paskibraka akhir Februari 2020.

“Kalau nanti ada petunjuk upacara dilaksanakan, mereka (anggota Paskibraka, red) pada awal Agustus akan kita karantina untuk latihan. Intinya, ketika ada perintah dilaksanakan pasukan kita siap,” tegasnya.

Sama halnya disampaikan oleh Kepala Dispora Lubuklinggau, Herdawan saat dibincangi mengaku sedang menunggu petunjuk pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-75 RI.

Saat ini, kata Herdawan, Dispora Kota Lubuklinggau tetap menyiapkan Paskibra yang akan bertugas pada 17 Agustus 2020.

“Seleksi tahap pertama dan kedua sudah kita laksanakan, pemanggilan peserta yang lulus seleksi juga sudah. Bahkan mereka sempat latihan awal, tapi setop karena pendemi Covid-19. Ketika ada petunjuk upacara tetap dilaksanakan, insya Allah mereka siap melaksanakan tugas,” jelas Herdawan.

Mereka yang sudah diseleksi tinggal mengikuti latihan akhir dan dikarantina.

Setop Aktivitas, Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia akan tetap berlangsung khidmat dengan segala kemeriahannya tapi dengan menerapkan protokol kesehatan yang aman dari Covid-19. Oleh karena itu, peringatan pada tahun ini akan lebih banyak menitikberatkan pada aktivitas-aktivitas virtual.

Demikian disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, dalam keterangannya di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.

“Perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia ini tetap harus hikmat, mensyukuri nikmat kemerdekaan. Namun, kita lakukan secara sederhana dengan kemeriahan yang tetap, antusiasme masyarakat yang tetap tinggi, kreativitas dan inovasi juga tetap, hanya saja sesuai dengan protokol kesehatan yang aman dari Covid-19,” jelasnya.

Mensesneg sekaligus mengajak masyarakat untuk mulai memeriahkan suasana HUT RI tersebut sejak Juli ini. Pratikno mengharapkan partisipasi masyarakat untuk memasang logo dan tema HUT RI di jalan-jalan, tempat-tempat umum, sarana prasarana transportasi, dan berbagai saluran media. Kemeriahan tersebut akan semakin disemarakkan pada bulan Agustus atau bulan kemerdekaan dengan pemasangan bendera merah putih di berbagai tempat.

“Jadi tanggal 1 Juli 2020 ini kita maju satu bulan dibanding tahun lalu,” tuturnya.

Pratikno menegaskan bahwa upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia akan tetap digelar. Namun, untuk mematuhi protokol kesehatan, peringatan tersebut akan dihadiri secara terbatas.

“Kami perlu sampaikan bahwa upacara tentu saja tetap dilaksanakan secara khidmat, tetapi dengan peserta yang terbatas. Semua komponen yang terlibat dalam upacara hadir di situ, termasuk misalnya Paskibraka akan hadir, tetapi dalam jumlah yang terbatas,” ucapnya.

“Jadi ini tidak berarti kemudian partisipasi masyarakat menjadi terbatas, tidak. Kami justru mengharapkan sebagaimana edaran yang kami sampaikan bahwa seluruh rakyat Indonesia kami sangat harapkan ikut aktif terlibat dalam upacara tersebut terutama secara virtual,” imbuh Pratiko.

Nantinya, masyarakat akan dikenalkan kepada sebuah tradisi baru di mana saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan saat upacara peringatan berlangsung, masyarakat diharapkan menghentikan segala kegiatannya sejenak dan berdiri dengan sikap tegak sambil mengikuti lantunan lagu kebangsaan.

Sementara Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, menjelaskan secara lebih rinci bahwa dalam upacara peringatan tahun ini, para tamu undangan dipersilakan untuk mengikuti jalannya acara secara virtual. Keputusan ini diambil mengingat suasana pandemi yang tidak memungkinkan untuk menghadirkan masyarakat dan tamu undangan lain dalam jumlah besar serta lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Kami tidak mengundang masyarakat bahwa kondisi kita paham masih adanya PSBB dan kita utamakan kesehatan masyarakat dan protokol kesehatan,” jelas Heru.

Adapun yang berkaitan dengan tim Paskibraka yang akan bertugas saat upacara berlangsung, telah diputuskan bahwa hanya terdapat tiga orang anggota Paskibraka yang nantinya akan bertugas mengibarkan bendera merah putih di lapangan Istana Merdeka.

“Itu akan kami ambil dari Paskibra 2019 yang pada saat itu tidak naik. Ini ada cadangan di 2019 kami ambil untuk di kegiatan Paskibra di 2020. Sehingga kami melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak merekrut di 2020 karena kita sayangi kesehatan dan nyawa masyarakat serta mengutamakan protokol kesehatan yang harus kita junjung tinggi,” jelasnya.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul”Tetap Upacara HUT Kemerdekaan”

Rekomendasi Berita