oleh

Tertimbun di Lubang Galian Pipa, Pekerja IPAL Komunal Tewas

LINGGAUPOS.CO.ID – Seorang pekerja harian lepas program Kotaku, Erwandi alias Wen (45) warga Desa Tanjung Dalam Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tewas mengenaskan setelah tertimbun longsoran tanah dari galian, Selasa (14/1/2020) sekitar pukul 09.30 WIB.

Menurut rekan kerja korban Idil Adepio (35), saat kejadian mereka sedang menggali tanah untuk jaringan pipa Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Komunal, dari program Kotaku di Dusun II Desa Tanjung Dalam, bersama 10 orang lainnya.

“Dia (korban,red) itu menggali di bawah, sedangkan rekan kami lainnya Sangkut yang menarik tanah di atas menggunakan ember. Namun tiba-tibah tanah dibagian atas korban longsor dan menimpanya. Tinggi tanah yang ambrol itu sekitar 4 meter, ” kata Idil.

Ditambahkan Idil, karena keterbatasan peralatan, korban baru bisa di evakuasi sekitar satu jam kemudian. Selanjutnya dibawa ke RSUD Curup, namun diduga korban sudah meninggal dunia saat dievakuasi warga.

Diceritakannya, mereka sudah mengerjakan program itu sejak sebulan lalu, namun sempat terhenti karena di lokasi yang sama sempat terjadi longsor dan dianggap membahayakan.

“Kalau sebelumnya hanya sedalam 1 meter , karena air tidak turun atau tidak ngalir jadi harus lebih dalam lagi pas di lokasi ini. Makanya dalamnya itu sampai 4 meter, sedangkan lebar galiannya hanya sekitar 40-50 centimeter. Kami dibayar Rp50.000 per meter dibagi seluruh pekerja,” ia menjelaskan.

Pihak dari Polsek Curup di-backup Polres Rejang Lebong, usai kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi kejadian.

Menurut Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, SIK melalui Kapolsek Curup, Iptu Untoro yang datang langsung ke lokasi kejadian mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini.  Karena dari keterangan pekerja dan pengecekan di lokasi kejadian, pengamanan para pekerja dinilai tidak memenuhi standar.

“Mereka tidak menggunakan pengamanan yang standar jadi sangat membahayakan, nanti kita akan koordinasi dengan polres dulu. Sekarang korban dinyatakan sudah meninggal dunia di RSUD Curup. Kami sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Lokasinya memang sangat membahayakan karena lubang galiannya sangat dalam dan sempit,” kata Untoro.

Korban dibawa pulang ke rumah duka untuk di semayamkan dari RSUD Curup sekitar pukul 12.15 WIB. Sedangkan di lokasi kejadian warga dan beberapa rekan kerja korban masih berkerumun. Namun pekerjaan dihentikan sementara. (*)

Sumber: Buyono/Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita