oleh

‘Tertarik Gabung Ekstrakulikuler Jurnalistik’

Pemred Linggau Pos, Budi Santoso
“Pers melakukan kritik sosial terhadap kepentingan umum, memberikan pendapat berdasar informasi yang ada serta mengembangkan nilai demokrasi, hukum, dan pancasila, serta menegakan keadilan….”

LINGGAU POS ONLINE, PELITA JAYA – Sania Lestari, siswi kelas X IPA MAN 2 Lubuklinggau bahagia, dapat ilmu baru tentang jurnalistik.

Ia salah seorang dari puluhan peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) Angkatan XV, yang menyimak materi yang disampaikan Pemimpin Redaksi Harian Pagi Linggau Pos, Budi Santoso, di Bandikat Lubuklinggau, Selasa (30/1).

“Sebenarnya saya tertarik sekali dengan bidang jurnalistik. Penyampaian materinya menarik, dan mudah kami pahami. Dulu pun saya pernah gabung di ekstrakulikuler jurnalistik, namun harus mundur lantaran terbentur dengan jadwal di OSIS,” ungkapnya.

Kemarin, Pemred Harian Pagi Linggau Pos, Budi Santoso memang diundang untuk menyampaikan materi mengenai fungsi dan peranan pers.

Ia mengucapkan terima kasih, karena diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi mengenai ‘Fungsi dan Peranan Pers’. Menurutnya, suatu kehormatan, bisa diberi kesempatan untuk berbagi ilmu jurnalistik.

Apa itu pers, wartawan dan jurnalistik berikut Fungsi Pers, dijelaskan dengan gamblang oleh Budi Santoso. Diantaranya sebagai media informasi masyarakat. Jadi baik informasi politik, ekonomi (bisnis), hobi, life skill, atau bidang-bidang lainnya yang bermanfaat bagi kebutuhan hidup tersaji di media yang diterbitkan perusahaan pers, sebagaimana PT Wahana Semesta Linggau yang menerbitkan Koran Linggau Pos.

Selanjutnya, pers juga sebagai media pendidikan, kontrol sosial, media hiburan dan lembaga ekonomi.

“Informasi yang disajikan oleh pers kedang kala bersifat hiburan, baik melalui media cetak ataupun media elektronik. Hal ini sesungguhnya bukan hanya sekadar menimbangi berita-berita yang berat, tetapi hiburan merupakan kebutuhan,” jelasnya.

Kalau fungsinya sebagai kontrol sosial media kerap melakukan investigasi.

Terakhir, Budi Santoso juga menjabarkan peranan pers di Indonesia. Yakni memenuhi hak masyarakat, melakukan kritik sosial terhadap kepentingan umum, memberikan pendapat berdasar informasi yang ada serta mengembangkan nilai demokrasi, hukum, dan pancasila, serta menegakan keadilan.

Penyampaian materi, ditutup dengan sesi tanya jawab yang antusias diikuti oleh peserta Diklat.

Menurut Ketua Pelaksana, Yuza Balbaraq saat diwawancarai mengatakan sengaja mengundang Pemred Linggau Pos agar peserta Diklat berjumlah 127 ini bisa mendapatkan materi mengenai jurnalistik.

“Ini hari ketiga. Pembukaan sudah kita laksanakan kemarin (Senin, red), yang dibuka langsung oleh Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe. Sengaja kita agendakan, supaya peserta bisa memahami apa itu jurnalistik. Dan setiap tahun, pemberian materi mengenai jurnalistik memang rutin kita agendakan,” kata Yuza.

Apalagi dilanjutkannya, materi mengenai jurnalistik menurutnya sangat penting.

“Terutama untuk remaja, untuk melewati tantangan di era globalisasi. Itu pun sesuai dengan tema kita tahun ini, ‘Selamatkan generasi bangsa, demi wujudkan generasi BISA’. Selama kegiatan kita juga ada penilaian peserta terbaik, serta pemberian materi mengenai publik speaking. Dengan harapan seluruh peserta pasca mengikuti Diklat mampu berbicara di depan banyak orang. Terakhir sebelum pengukuhan, kita juga ada kunjungan ke Makam Pahlawan dan Mureks, serta Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung As-Salam,” lanjutnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita