oleh

Tersangka Pernah Jadi Karyawan Korban

SEBELUM peristiwa pembunuhan satu keluarga tersebut, tersangka Jamhari Muslim alias Ari kerap mengancam korban.

Junaidi, kakak kandung korban ditemui di rumah duka di RT 09 RW 03 Kelurahan Talang Ulu Curup Timur mengaku, korban Hasnatul Laili memang sering didatangi tersangka dan mengancam akan membunuhnya.

“Waktu sudah cerai itu tersangka sering mengancam, kalau sudah bercerai orang lain juga tidak boleh mendapatkannya,” tutur Junaidi.

Sebelum meninggal, kata Junaidi, korban juga sempat mengirimkan pesan WA pada kakaknya yang tinggal di Pal Batu Selupu Rejang bahwa korban sudah capek tidak sanggup menghadapi hidupnya.

“Memang sering ada teror, terakhir mengatakan pada kakak di Pal Batu, kata korban bahwa saya sudah di dunia lagi, tidak ada firasat terjadi seperti ini,” tuturnya.

Junaidi yang tinggal di kawasan Pekalongan Kabupaten Kepahiang ini juga menceritakan, korban Hasnatul Laili atau akrab dipanggil Lili ini di mata keluarga merupakan periang dan bertanggung jawab.

“Tersangka ini memang pernah menjadi karyawannya, sebelum menikah dengan tersangka ini memang tersangka lemah lembut, setelah menikah berubah drastis, sering tidak mau kerja, sering ribut keluarga, sering mukul, pernah juga menyekap anak korban dan pernah dilaporkan waktu itu,” cerita Junaidi.

Saat hendak menikah dengan korban, tersangka sendiri berstatus duda.

“Kalau posisi sekarang sudah cerai. Memang sesudah bercerai tersangka masih sering ketemu dan datang ke rumahnya dan sering meneror mengancam membunuhnya,” paparnya.

Korban Lili, kata Junaidi, merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara.

“Kalau bisnis pisang sudah lama, sejak dengan suami pertamanya waktu anaknya yang besar sekitar umur 3 tahun, korban hanya meneruskan usaha suaminya pertama,” katanya.

Selain pernah menikah dengan Yoga, suami pertama yang saat ini tinggal di Tangerang, korban juga pernah menikah dengan Iin warga Lubuklinggau namun tidak berlangsung lama hanya beberapa bulan saja.

“Kalau nikah sama tersangka ini juga hanya sekitar 3 bulan, langsung cerai karena tidak cocok karena sering diperlakukan kasar,” tambah Junaidi.

Sama disampaikan Yoga, mantan suami korban Hasnatul Laili yang pertama yang datang ke rumah duka kemarin. Yoga mengaku, selama tinggal di Jakarta dirinya kerap berkomunikasi dengan kedua anak kandungnya Melan dan Chika.

“Saya sedih, dua putri tidak ada lagi, apalagi kita jauh dari Jakarta, dikasih tahu kedua putri saya sudah meninggal,” ungkap Yoga yang juga ikut memakamkan kedua putrinya, Minggu (13/1).

Menurut pengakuan Yoga, terakhir dirinya bertemu dengan kedua anaknya pada lebaran kedua dan ketiga kemarin.

“Saya sering komunikasi lewat WA, dia pernah menyampaikan pesan melalui WA, kalau anak saya mau sekolah dekat ayah dan dia sempat nanya sama saya, ayah sanggup tidak menyekolahkan saya, saya bilang kenapa tidak sanggup, untuk nyekolahkan kamu saya pertaruhkan kepala ayah asal kamu sekolah,” jawab Yoga.

Namun, sambung Yoga, dirinya berpesan pada anaknya untuk meminta izin pada ibunya.

“Kata anak saya, dia tidak sanggup sekolah di sana (Curup) dia (korban Melan) pengen sekolah dekat ayah, tapi setelah saya minta untuk izin sama ibunya sampai saat ini belum ada kabar, bahkan mertua saya juga nyuruh kalau anak saya sekolah di sana dekat ayah,” tutur Yoga.

Korban Melan juga, tambah Yoga, pernah ngeluh sekitar 3 bulan lalu jika tersangka sering marah pada adiknya, karena Chika bandel sering duduk di atas meja.

“Saya jawab kenapa dimarahi bapak tirinya, yang Chika kan masih kecil maklum kalau bandel, sedangkan apa yang ada di dalam rumah hak anak aku, dia (tersangka) cuma masuk assalamualaikum saja” kata Yoga.

Yoga juga mengaku, selain sering mendapat pesan dari anaknya soal keluhan sekolah, juga pernah mendapat kabar anaknya Melan disekap oleh tersangka.

“Cuma ada sekali, waktu disekap di kamar juga menyampaikan pesan WA anak saya pada saya, ayah tolong aku disekap, saya jawab ngadu ke pak RT dan RW dan informasinya memang sudah diproses dan akhirnya dibuat perjanjian untuk tidak mengulangi lagi,” imbuh Yoga.

Tersangka Jamhari Muslim alias Ari diketahui juga pernah menjadi karyawan Yoga waktu masih berstatus sebagai suami korban Hasnatul Laili.

“Pernah jadi karyawan saya, sering Ari main ke rumah,” ungkap Yoga.

Dengan tertangkapnya tersangka, harap Yoga, dirinya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Alhamdulillah kalau tertangkap, saya minta pelaku dihukum seberatnya,” harap Yoga.

Sementara itu Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika dikonfirmasi membenarkan jika korban sebelum meninggal kerap diteror oleh tersangka.

“Memang kabarnya pernah mendapat teror dari tersangka,” kata Jeki.

Lanjutnya, memang sebelumnya tersangka pernah di laporkan pihak keluarga karena melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sekitar November 2018, namun laporannya dicabut,” tambah Jeki. (sam)

Rekomendasi Berita