oleh

Tersangka Penganiaya Istri Dikenal Emosian

LUBUKLINGGAU – Hingga saat ini, petugas Polsek Lubuklinggau Barat masih mendalami motif tersangka Tambi (37) sampai tega menganiaya sang istri Wili (29), Kamis (10/1).

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu terjadi di rumah Tambi, Jalan Garuda, Gang Pakde RT 05, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, kemarin.

Seorang tetangga tersangka, menjelaskan Tambi (37) merupakan asli warga Kelurahan Kayu Ara yang kerja sehari-hari buruh harian lepas dengan mengambil batu di Sungai Kelingi dekat rumahnya.

Menurut warga sekitar, Tambi dikenal warga sangat pendiam, tidak neko-neko dan juga bermasyarakat, tapi sedikit buas dan mudah emosian.

Sementara Wili warga asli Desa Tanjung Raya, Kecamatan Lubuklinggau Utara I yang telah menetap di Kelurahan Kayu Ara sejak menikah dengan Tambi. Keseharian Wili membantu suami mencari nafkah dengan memecah batu.

Wili dikenal warga tidak neko, jarang keluar, jika keluar hanya pergi ke warung, dan memecah batu membantu suaminya.

Keduanya memiliki dua anak, yang pertama Patia (5) dan yang kedua Aisyah (3). Tambi dan Wili beserta kedua anaknya tinggal di rumah kedua orang tua tersangka dan adik tersangka yang menempati rumah seperti kontrakan tapi bersebelahan.

Saat kejadian itu, jelas Ketua RT 05, Zainal, tersangka Tambi memberikan uang  Rp100 ribu dengan pecahan Rp50 ribu kepada Wili (29).

Lalu uang tersebut disimpan istrinya di atas lemari. Ketika suaminya meminta kembali uang yang disimpan di lemari tersebut hilang sehingga tersangka emosi dan terjadi keributan kecil tetapi belum sempat memukul.

Sebelum magrib pukul 17.30 WIB, Wili datang ke rumah Ketua RT 05 Zainal meminta untuk menyelesaikan pertengkaran kecil tadi masalah uang hilang Rp100 ribu untuk beli sayur dan kebutuhan sehari-hari.

Ketua RT menyarankan supaya Wili jangan dahulu tinggal di rumah suaminya. Cukup tinggal di rumah ibu korban yang tidak jauh di tempat kejadian.

Zainal janji akan membantu menyelesaikan masalah Wili dengan tersangka yang sedang emosi.

Lalu Zainal datang ke rumah tersangka. Saat berkomunikasi dengan Zainal, suasana di rumah tersangka cukup tegang. Bahkan tersangka sempat bicara kasar dengan Ketua RT.

Tiba- tiba istrinya pulang ke rumah sekitar pukul 21.00 WIB. Saat istrinya mengetuk pintu, tersangka membuka pintunya sambil membawa linggis langsung memukuli korban sehingga mengakibatkan korban luka di kepala belakang bagian kiri. Penganiayaan itu disaksikan ketua RT, keluarga tersangka dan warga sekitar.

Korban sempat pingsan setelah dipukuli sehingga dibawa Ketua RT ke rumah ke bidan terdekat. Namun ternyata tempat praktik bidan sudah tutup, sehingga langsung di bawa ke RS Dr Sobirin oleh warga dan ibu RT. Wili mendapat 15 jahitan di kepalanya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Sofyan Hadi mengatakan, pihaknya sudah memintai keterangan dari tersangka.

“Kami masih menunggu korban siap dan sehat. Dengan begitu, keterangan dari tersangka akan kami cocokkan dengan korban. Barulah nanti tahu benang merahnya,” jelas Iptu Sofyan Hadi, kemarin. (adi/lik)

Rekomendasi Berita