oleh

Tersangka OTT Bawa Tas Besar

PENGUNJUNG dan pegawai Rumah Makan (RM) Pagi Sore di Jalan A Yani No 01 Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, geger. Terkait dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tipikor Polda Sumsel terhadap oknum pegawai di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Muratara berinisial, Ar pada Selasa (14/11) sekitar pukul 18.30 WIB.

Informasi dihimpun, tadi malam, penangkapan Ar itu dilakukan 8 orang anggota Tipikor Polda Sumsel yang menyamar, yang masuk dari arah depan RM terkenal di Kota Lubuklinggau. Sementara Ar yang diduga habis makan di lesehan RM menghadap ke arah Sungai Kelingi, terkejut tak alang kepalang, diringkus.

“Benar ada pejabat yang ditangkap tangan Tipikor Polda Sumsel, dan pejabat itu baru selesai makan di lesehan. Saat ditangkap pejabat itu sendirian, dan langsung dibawa masuk ke dalam mobil petugas dengan tangan tidak diborgol,” kata saksi mata, Adnan, pegawai RM Pagi Sore ditanya koran ini, tadi malam.

Ia membenarkan saat penangkapan itu sangat menghebohkan para pengunjung dan pegawai RM karena saat itu sedang ramai.

“Penangkapan OTT itu sangat cepat sekali, ramai pokoknya karena di bagian depan RM ini banyak mobil dan anggota polisi itu berjaga-jaga di depan,” ucap Adnan.

Selanjutnya, pria ini meneruskan saat ditangkap itu, oknum pejabat membawa tas besar.

“Tapi saya tidak tahu tas model apa yang dibawanya,” ucapnya.

Saksi mata lainnya, juga membenarkan adanya penangkapan oknum pejabat.

“Saat penangkapan itu sangat ramai sekali. Penangkapannya cepat dan tidak terduga kalau itu polisi,” ucap saksi tak mau namanya dikorankan.

Tapi ia membenarkan anggota polisi itu dari Tipikor Polda Sumsel.

Saat Linggau Pos di RM Pagi Sore, tadi malam, seorang saksi mata lainnya yang juga pejabat membocorkan jika yang di-OTT tadi malam adalah pejabat dari Kabupaten Muratara.

“Bukan dari Lubuklinggau, tapi dari Muratara. Informasinya pejabat di DPU Kabupaten Muratara, tapi saya tidak tahu namanya,” ceplos sumber ini setengah berbisik.

Namun ia meyakini OTT dari Tipikor Polda Sumsel itu benar adanya.

Sementara itu, Manager Rumah Makan Pagi Sore, Adnan Zuri juga membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka OTT oleh Tipikor Polda Sumsel. Sebelum penangkapan, Tipikor Polda Sumsel sempat berlarian mengejar tersangka.

Dijelaskan Adnan, awalnya tim Tipikor Polda Sumsel datang serombongan tiba-tiba langsung masuk ke ruangan rumah makan untuk mencari dan mengambil CCTV milik rumah makan.

“Kejadiannya sekira usai magrib. Setelah saya baru salat. Tiba-tiba rombongan itu langsung menanyakan di mana ruangan CCTV. Kemudian, CCTV itu dibawa untuk barang sitaan,” ungkap Adnan.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ditanya dari mana, tim tersebut menyebutkan dari Tipikor Polda Sumsel.

“Katanya dari Polda Sumsel. Tapi, segala atribut tidak ada satu pun bahwasanya mereka polisi. Pakaian preman seperti intel,” tambahnya.

Disayangkan sekali, CCTV tersebut main bawa saja tanpa ada izin terlebih dahulu. Adnan menjelaskan sempat pihak Polda itu meminta RM ditutup sementara.

“Disuruh tutup. Emang siapa yang mau bayar kerugiannya. Kalau mau bayar ratusan juta ya silakan,” ucapnya.

Sebelum CCTV dibawa, Adnan sempat bertanya kapan akan dikembalikan. Namun, pihak Polda belum bisa memberi kepastiannya.

“Saya minta sama mereka minimal 3 hari. Kalau tidak ada CCTV semakin sulit memantau,” ujarnya.

Diceritakannya, sejak sore sekira pukul 17.00 WIB tim Tipikor Polda Sumsel sudah berada di RM. Ada dua orang sedang makan, sedangkan yang lain sedang bermain ayunan di belakang.

“Tersangka yang ditangkap itu sedang makan. Usai ia makan, berjalan santai menuju mobil. Baru membuka pintu mobil, tim tersebut langsung berlarian mengejar tersangka dan langsung ditangkap. Yang heran saya, kalau memang sedang transaksi di sini, kenapa satu orang saja ditangkap, yang satu lagi tidak dan ia langsung kabur,” terangnya.

Sepenglihatan Adnan, ciri-ciri tersangka yang ditangkap tersebut kulit hitam berbadan besar dan tinggi.

“Kalau soal CCTV kita sudah minta waktu 3 hari untuk dikembalikan dan juga sudah diserahkan kepada pemilik rumah makan di Palembang,” jelasnya. (01/Sumeks)

Komentar

Rekomendasi Berita