oleh

Tersangka Duga Semua Korban Meninggal

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Pondok

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Dua tersangka kasus pembunuhan di salah satu pondok korban, Desa Tebat Pulau, Kecamatan Bermani Ulu menjalani rekonstruksi, Rabu (20/12).

Tapi, rekonstruksi tidak digelar langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun di salah satu pondok Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur. Saat rekonstruksi diperagakan dua tersangka. Yakni Yu (26) dan Ar (18) merupakan tetangga korban dijaga ketat Polisi dari Polres Rejang Lebong, maupun Polsek Bermani Ulu. Rekonstruksi ini disaksikan pihak Kejari Curup dan pihak terkait.

Adegan inti diperagakan dua tersangka sebanyak 15 adegan. Sementara dua tersangka lain masih buron diserahkan polisi membantu memperlancar proses rekonstruksi. Dalam adegan pembunuhan menyebabkan dua nyawa melayang dan satu selamat, pelaku mengira ketiga korban di dalam pondok semuanya meninggal.

Ternyata, satu korban selamat dalam pondok Kanada (29) masih selamat meski sudah dipukul dan dianiaya para tersangka pembunuhan diduga dilakukan dengan terencana. Meski Kanada selamat, namun dua lainnya yakni Ahmad Saidina (60) ayah Kanada dan Endang (48) tewas setelah mendapat sejumlah luka di tubuhnya akibat dianiaya.

Dalam beberapa adegan diperagakan kedua tersangka, mereka diduga sudah merencanakan aksinya dengan menyiapkan air cabai dan kayu untuk menghabisi nyawa korbannya. Saat masuk ke dalam pondok, Kanada (korban selamat) langsung dipukul, sementara dua korban tewas lainnya disiram air cabai dan kemudian di aniaya dan dijerat hingga tewas.

Berhasil melumpuhkan ketiga korban dalam pondok, pelaku kemudian kabur dan membawa sepeda motor korban yang disembunyikan di kebun.

“Ada 15 adegan inti dalam rekonstruksi kasus pembunuhan dalam pondok di kawasan Tebat Pulau ini,” jelas Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi melalui Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Alpion Sori.

Dijelaskan Ansori, pembunuhan dilakukan secara terencana. Dan pelaku juga sempat mengira jika semua korban meninggal. Namun, satu korban masih berhasil selamat dari penganiayaan tersebut.

Sementara itu, dua tersangka lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

“Identitas dua pelaku masih buron sudah kita kantongi dan masih dalam pencarian petugas,”tegasnya.

Untuk diketahui, aksi pembunuhan terjadi di pondok di kawasan Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu mengakibatkan dua nyawa melayang pada 4 November dini hari.

Ahmad Saidina (60) dan Endang (48) harus meregang nyawa setelah mendapatkan sejumlah luka pukulan benda keras di sejumlah badan. Sementara Kanada (29) anak korban Ahmad Sayidina mendapati sejumlah luka dan pingsan saat kejadian berlangsung. Tersangka masuk ke dalam pondok korban dan memukuli. Serta menjerat korban hingga dua korban tewas. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita