oleh

Tersangka Dikenal Religius

LINGGAU POS ONLINE, MEGANG SAKTI – Tersangka KR (45) warga Kecamatan Megang Sakti, yang diamankan petugas Polsek Megang Sakti karena diduga menghamili anak kandungnya, dikenal religius. Begitu hasil penelusuran Linggau Pos ke kediaman tersangka, Sabtu (6/10).

Butuh waktu sekitar 3 jam dari Lubuklinggau untuk menuju kediaman tersangka. Jalan yang dilalui sebagian adalah jalanan tanah dengan koral dan berdebu.

Saat tiba di kediaman tersangka, rumah dengan ukuran sekitar 6×8 meter, berdinding bata tanpa diplester, beratap genteng, sudah dalam keadaan kosong tanpa satupun penghuni.

Rumah kosong, karena korban bersama adik-adiknya, sudah pergi dari rumah. Mereka malu atas insiden tersebut. Tepatnya setelah tersangka KR diamankan polisi.

Menurut salah seorang perangkat desa yang ditemui Linggau Pos, korban dan adik-adiknya kini mengungsi di rumah salah seorang kerabatnya.

“Bayi yang dilahirkan saat ini masih dirawat korban dan keluarganya,” kata perangkat desa yang menemani Linggau Pos.

Sementara warga sangat terkejut sekali atas mendengar kejadian ini. Karena tersangka orangnya dikenal alim dan religius. Bahkan termasuk orang yang dituakan oleh warga.

“Tersangka orangnya pendiam dan agamanya kuat, pekerjaannya sebagai buru tani. Kalau korban, orangnya jarang keluar rumah dan tidak sekolah lagi setelah ibunya meninggal sejak tahun 2017 lalu,” kata perangkat desa yang minta namanya tidak sebut.

Warga ditambahkan perangkat desa ini, sama sekali tidak curiga kalau korban hamil. Pasalnya korban tetap beraktivitas seperti biasa, seperti bermain bola voli.

“Kami tidak curiga sebelumnya karena biasa saja. Tetapi ada perubahan pada korban badannya tambah gemuk. Setelah warga bertanya, katanya akibat sering tidur siang,” ucapnya.

Hanya saja tiba-tiba tersiar kabar korban melahirkan seorang anak.

“Persalinannya dibantu bidan desa. Wargapun beramai-ramai bertanya. Ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Karena sepengetahuan warga, korban ini belum pernah menikah,” jelas perangkat desa ini.

Setelah warga bertanya dengan korban. Ternyata bapaknya sendiri yang menghamilinya hingga melahirkan seorang bayi itu.

“Wargapun marah, bapaknya sempat kabur. Tapi berhasil diamankan dan diserahkan ke polisi,” tambahnya.

Terpisah Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Megang Sakti, Iptu Romi menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa beberapa orang saksi dalam kasus ini. Hanya saja khusus korban belum diperiksa, karena kondisinya belum sehat.

Pantauan Linggau Pos di Polsek Megang Sakti, kemarin ada dua orang yang diperiksa polisi dalam kasus ini. Yakni Kepala Dusun (Kadus) dan Bidan desa yang menolong persalinan korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bunga (17) bukan nama sebenarnya, pasca ditinggal meninggal ibu kandungnya. Ia jadi pelampiasan nafsu ayah kandungnya, KR (45) hingga melahirkan seorang anak perempuan, Rabu (3/10) sekitar pukul 02.00 WIB.

Imbas perbuatannya, KR warga Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas (Mura) diringkus petugas Polsek Megang Sakti, Kamis (4/10). KR diringkus di Desa Rejosari Kecamatan Megang Sakti, setelah kabur dikejar massa.(cw1/dlt)

Rekomendasi Berita