oleh

Tersangka Curamor Diamuk Massa

MUSI RAWAS – Seorang Buruh Harian Lepas (BHL) Anang Alim (48) warga Jalan Mangga Besar RT.5 Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, nyaris tewas digebuki massa, Rabu (6/2) sekitar pukul 04.00 WIB.

Ia menjadi sasaran amuk massa, karena diduga membobol rumah dan mencuri sepeda motor milik Parmun (52) warga Desa Satan Jaya, Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Kapolres Mura, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Muara Beliti, AKP Sulis Pujiono menjelaskan, tersangka Anang Alim bersama temannya (buron, red), merusak jendela ruangan tamu. Lalu masuk ke dalam rumah Parmun.

Di dalam rumah, tersangka mengambil sepeda motor Supra Fit Nomor Polisi (Nopol) B 6033 EDT milik dan keluar melalui pintu belakang rumah. Di luar korban menyalakan sepeda motor dan membawa kabur.

Saat itulah, istri korban Herlizawati (41) mengetahui aksi pencurian tersebut. Sehingga langsung berteriak “Maling-maling” hingga terdengar oleh warga.

Warga bersama-sama melakukan pengejaran terhadap tersangka. Di tengah perjalanan tersangka masuk ke gang buntu. Tersangka membuang sepeda motor itu dan lari ke kebun karet.

Warga pun mengepung tersangka. Hasilnya menemukan tersangka di kebun karet, sementara rekannya berhasil lolos. Warga langsung memukuli Anang Alim hingga babak-belur.

“Tersangka sudah kami bawa ke Rumah Sakit Sobirin Muara Beliti untuk mendapatkan tindakan medis. Tersangka mengalami pendarahan di telinga, mulut, mata kiri bengkak kebiruan, luka robek di pelipis kiri, luka  robek di daerah pinggang kanan, luka lecet di bagian dada kiri, siku kiri dan pangkal tangan kiri,” jelas Sulis Pujiono.

Sementara barang bukti berupa sepeda motor milik korban, pisau, ponsel dan dompet milik tersangka beserta isinya sudah diamankan di Polsek Muara Beliti.

Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian satu unit sepeda motor jenis Supra Fit Nopol B 6033 ED. Jika ditaksirkan sebesar Rp3,5 juta.

“Temannya yang kabur masih dalam pengejaran. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal tujuh tahun,” tambah Kapolsek. (dlt)

Rekomendasi Berita