oleh

Tersangka AF Terancam Empat Tahun Penjara

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Tim penyidik Polres Musi Rawas (Mura) terus mendalami perkara dugaan penistaan agama disangkakan terhadap AF (28). Warga Desa Srijaya Makmur, Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pasca kejadian menghebohkan masyarakat sudah ditahan di sel Mapolres Mura. Guna pemeriksaan lebih intensif lagi.

Polisi selain memeriksa tersangka, juga meminta keterangan orang tuanya.

“AF masih ditahan di sel tahanan Mapolres. Saat ini polisi masih meminta keterangan keluarganya,” kata Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro kepada wartawan koran ini, Kamis(21/6).

Menurut Kapolres, pemeriksaan terhadap keluarga AF sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi keseharian tersangka AF. Selain itu kita ingin memberitahu kepada keluarganya bahwa AF harus ditahan di Mapolres Mura, guna kepentingan penyidikan atas perkara penodaan agama yang disangkakan terhadap AF.

Kapolres juga mengungkapkan karena AF sudah mengakui kepada petugas penyidik bahwa dirinya telah mengunggah fotonya di media sosial Facebook, dengan menginjak-injak dan mencoret Alquran, kitab suci umat Islam.

“Kondisi kejiwaan AF juga diperiksa,” tegas Kapolres Bayu Dewantoro.

Ia menambahkan, AF terancam Pasal 45 A ayat (2), jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang berbunyi Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Serta Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b angka 1, UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan Pasal 156 dan Pasal 156a huruf a KUHP, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun penjara.(04)

Rekomendasi Berita