oleh

Terpidana Kasus Pemerkosaan Tak Mau Pulang

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Terpidana kasus pemerkosaan Yuyun (14) yang menghebohkan masyarakat pada 2016, tak mau kembali pulang ke kampung halamannya. Inisial terpidana yang masih muda ini, MJE telah menjalani hukuman sosial Lembaga Pendidikan Kesejahteraan Sosial Bambu Apus Jakarta Timur selama setahun.

Saat ini, MJE sudah berubah karena mendapatkan pembinaan dari lembaga pendidikan.

“Masa pembinaannya sudah habis sejak Juli 2017 kemarin, tapi MJE tidak mau pulang dan memilih tetap di situ,” kata Hakim Anak Pengadilan Negeri Curup, Heny disela-sela kegiatan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Aula kantor DP3A PPKB Rejang Lebong, Kamis (9/11).

Menurut Heny, meski belum sempat mengetahui keberadaannya, namun dalam forum resmi apa yang telah dijatuhkan pengadilan ternyata membawa dampak positif terutama pada terpidana.

“Dari mulai nol berangkat dari Curup, sampai di sana sudah baca tulis, ngaji oke, MJE kalau yang lain setoran ngaji harus ditagih, tapi dia justru menunggu petugas untuk setor ngaji,” katanya

Kondisi ini, katanya, menandakan ada niat si Anak untuk menjadi lebih baik dan bukan karena keterpaksaan.

“Dia sudah bisa bengkel, ilmu yang didapat sudah lebih dari cukup, MJE punya kemauan keras untuk berubah,” tuturnya.

Menurutnya, enggannya MJE kembali pulang karena keterbukaan pikirannya untuk berubah.

“Bapaknya begitu, ibunya tidak tahu, menurut dia sendiri yang sudah bisa berpikir, sehingga tidak mau pulang,”ungkapnya.

Bahkan, sambungnya, MJE merupakan lulusan terbaik dari pembinaan dan menjadi pilot project kasus anak yang bermasalah dengan hukum (ABH).

“Sekarang MJE jadi pilot project, kalau ada pertemuan dia yang maju,” tuturnya.(09)

Komentar

Rekomendasi Berita