oleh

Terpaksa Belajar Tanpa Listrik

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Nia (12) berceloteh. Lagi-lagi ia menanyakan pada sang guru Syafaruddin (27). Bagaimana nikmatnya belajar dengan lampu yang terang.

“Makmano lah yo pak, rasonyo belajar pakai lampu. Kami pakai center mak ini, batrei cepat abis. Kalau pakai lampu (lampu teplok,red), kadang rambut angus. Ini jugo dak terang nian,” kata Nia.

Ocehan Nia ini bukan baru sekali didengar Syafaruddin. Guru Program Indonesia Mengajar itu sejak awal mengabdi di Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas sudah merasakan kegelisahan para muridnya. Terutama yang belajar di SDN Sri Pengantin.

“Saya yakin pemerintah yang bisa menjawabnya. Semoga harapan anak didik kami tercapai. Bisa menikmati belajar dengan penerangan yang sesuai. Saat ini, kalau mereka belajar kelompok malam, satu lampu untuk menerangi lebih dari delapan anak. Semangat mereka belajar sangat tinggi. Tapi fasilitas untuk belajar, terutama listrik memang tidak ada di sini,” jelasnya.

Hingga saat ini, menurut data dari PT PLN Rayon Muara Beliti, sedikitnya ada 11 desa masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Manager PT PLN Rayon Muara Beliti, Randhy Kusriansyah mengatakan, memang ada program Listrik Masuk Desa, dari pemerintah pusat.

“Di Musi Rawas ini, masih 11 desa lagi yang belum teraliri listrik. Kami targetkan tahun 2019 semua desa sudah teraliri,” ungkap Randhy, Jumat (5/1).

Apa yang disampaikan Randhy diharapkan bisa jadi angin segar bagi anak-anak di Desa Pasenan, khususnya Dusun Sri Pengantin.

Menurut Randhy, 11 Desa yang belum teraliri listrik tersebut berada di Kecamatan BTS ULU, STL Ulu dan Muara Lakitan.

“Memang aksesnya jauh, makanya belum teraliri listrik, kalau yang desanya dekat, semuanya sudah teraliri listrik,” imbuhnya.

Program listrik masuk desa, merupakan program yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

“Jelas ditunggu-tunggu oleh masyarakat, karena program ini sangat bermanfaat sekali. Namun, itu tadi, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Program Listrik Masuk Desa juga membuat PT PLN (Persero) WS2JB Area Lahat Rayon Lubuklinggau, bergegas untuk mengalirkan listrik ke pelosok-pelosok desa di Musi Rawas-Musi Rawas Utara (Muratara).

Sejauh ini pada tahun 2017 aliran listrik telah masuk di Kecamatan Nibung dan Kecamatan Rawas Ilir.

Pimpinan PT PLN (Persero) WS2JB Area Lahat Rayon Lubuklinggau, Arham Ginting mengaku, untuk desa-desa yang sudah teraliri listrik. Yaitu di Desa Bumi Makmur, Tebing Tinggi, Sukamulya, Kelumpang Jaya, Srijaya Makmur dan Sumber Sari.

“Dalam waktu dekat kita akan kembali masuk ke Kecamatan Rawas Ilir, yaitu guna mengaliri listrik di Desa Tanjung Raja, Belani, Batu Kucing, Pauh , Pauh I, Mekar Sari dan Ketapat Bening. Itu untuk data sementara, kalau data jumlah keseluruhannya belum di rilis,” terangnya

Arham Ginting menambahkan, untuk desa yang ingin segera teraliri listrik bisa mengusulkan ke PLN. Sebab masuknya aliran listrik harus melalui kesepakatan bersama. Sejauh ini program listrik masuk desa masih menemui beberapa kendala. Namun, pihaknya pun berupaya dalam menyelesaikan berbagai kendala tersebut.

“Kendalanya macam-macam, apabila melewati kehutanan, izinnya lama. Harus ada izin, begitu juga dengan perkebunan. Maka itu harus dikomunikasikan intens. Tapi tetap, target kita selesai sampai 2019,” ungkapnya.

Kendala pembangunan listrik masuk desa juga, lanjut Arham Ginting, terhambat dengan pemilik tanah, pemilik perkebunan serta masyarakat.

“Jadi masalah juga, masyarakat yang memiliki perkebunan, atau pemilik tanah, yang tidak di tempat itu domisilinya. Artinya kita mengawali pendataan atas kepemilikan. Kalau ke masyarakat kita melakukan penyuluhan ke kelurahan atau ke desa, kita panggil masyarakat. Kita juga evaluasikan kendalanya, ada proses agar masyarakat bisa ikut membantu mempermudah kerja PLN,” terangnya.

Dan ada juga kendala, masyarakat yang ingin minta ganti rugi tanam tumbuh masyarakat, Ini kendala yang kerap ia hadapi di lapangan. Karena tidak ada anggaran untuk ganti rugi tersebut.

“Dan untuk anggaran listrik masuk desa tersebut kami tidak bisa menyebutnya, pokok dananya terbatas”tutupnya.(12/CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita