oleh

Terlilit Hutang Aku Nekat Curi Hp

Dewa (27) nama samaran tinggal di Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Ini kisah dirinya yang melakukan tindak pidana pencurian.

Saat ini aku sedang duduk di ruang tamu. Di sebelahku terlihat istriku duduk dengan seorang bayi di pangkuannya, aku sangat menyayangi mereka.

Aku memandangi istri dan anakku, aku merasakan sesuatu yang berat di dadaku, perasaan yang sangat menyedihkan, dan tanpa terasa aku menangis. Aku memeluk istriku, dia nampak kaget dan heran dengan tingkahku.

Aku adalah seorang pekerja di salah satu toko elektronik di Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Tapi waktu itu rasa-rasanya aku sudah putus asa untuk meneruskan pekerjaanku.

Aku mulai mengingat masalahku, aku harus segera membayar hutangku, aku sudah menunggak hutang itu selama satu bulan, kalau aku tak bisa membayarnya minggu ini, maka motorku akan dia bawa sebagai gantinya.

Sungguh keadaan yang sangat sulit saat itu, aku merasa sendiri dan tak memiliki jalan keluar dari masalah ini.

Ketika aku mendapat tugas di rumah pelanggan untuk membenarkan barang elektroniknya. Aku diajak ke dalam rumahnya dan aku melihat rumah yang cukup besar dan bagus yang memiliki banyak barang mahal di dalamnya, ada TV, kulkas, komputer, di luar rumah terpampang mobil sedan yang bersih, aku pikir ini adalah rumah orang kaya.

Saat itu entah setan apa yang merasukiku, aku melihat handphone orang itu ditinggalkan di atas meja. Handphone bagus yang harganya cukup mahal.

Aku bergerak mengambil hendphone itu, entah apa yang aku pikirkan, aku segera kabur dari rumah itu dan lari menyelinap untuk melarikan diri, aku benar-benar khilaf waktu itu karena dikejar hutang.

Baru beberapa ratus meter lari, aku dikejar-kejar warga, mereka meneriakiku sebagai pencuri, dan aku yang kalah cepat dengan para warga akhirnya tertangkap, aku dihakimi warga, tendangan juga mereka luncurkan ke seluruh bagian tubuhku.

Aku dikeroyok massa yang marah karena ulahku. Aku tak sadarkan diri karena tak kuasa menahan rasa sakit saat itu. Ketika sadar, aku sudah di kantor polisi, yah aku akhirnya berurusan dengan pihak berwajib karena kelakuan burukku mencuri handphone milik pelangganku.

Kemudian aku disidang, dengan dakwaan pencurian. Aku tak bisa mengelak karena aku memang bersalah, dengan barang bukti dan saksi yang kuat, akhirnya aku dijatuhi hukuman 2 tahun penjara.

Hari pertama aku memasuki penjara, terasa semua sangat berbeda dan menyedihkan aku teringat sosok sang anak yang masih balita dan istriku yang ku tinggalkan. Semoga kejadian ini tidak dapat terulang kembali aku menyesal melakukan itu.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita