oleh

Terkesan dengan Pesan Pak Polisi

Peringatan Hari Guru di SMK Yadika Lubuklinggau

Kemarin, Senin (27/11) tidak sedikit sekolah di Kota Lubuklinggau baru menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN). Pun dengan keluarga besar SMK Yadika Lubuklinggau.

Laporan Sulis, Lubuk Kupang

“Saya bisa berdiri di podium ini sebagai seorang Polisi karena jasa guru,” ungkap AKP Jonny, anggota Dikyasa Polres Lubuklinggau saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Guru Nasional di SMK Yadika Lubuklinggau, kemarin.

Ia menegaskan, bagi peserta didik yang ingin sukses, ia berpesan agar siswa-siswi menghormati orang tua, dan guru.

“Yang mau sukses, hormati orang tuamu. Lalu patuhi guru,” pesannya.

Kepala SMK Yadika Lubuklinggau, CH Ibramsyah mengucapkan terima kasih kepada Dikyasa Polres Lubuklinggau.

“Kedatangan pak polisi ini sangat menginspirasi anak didik kami. Pesan Pak Jonni, sangat mengena. Bagaimanapun, tanpa guru saya pun tidak akan jadi apa-apa. Bisa jadi kepala sekolah ini, juga tidak terlepas dari peran bapak ibu guru,” jelasnya.

Saking mulianya peran guru, CH Ibramsyah mengajak para pendidik di SMK Yadika Lubuklinggau agar lebih bersemangat menghadapi ragam karakter peserta didik masa kini.

“Mereka semua Allah SWT amanahkan untuk kita didik. Kita sudah mendapat kepercayaan orang tua. Maka dengan fasilitas yang ada, dengan ilmu yang kita miliki, ayo kita didik mereka menjadi generasi terbaik. Sehingga ketika saatnya sudah lulus dari sekolah ini, ada catatan prestasi membanggakan bagi mereka dan orang tua,” jelasnya.

Di SMK Yadika, peringatan HGN tahun ini mengusung tema ‘Membangun Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru. Guru Hebat. Guru Mulia’.

Dengan adanya tema ini, Guru bukan sekadar orang tua kedua dalam kehidupan peserta didik. Tak jarang, guru justru jadi tempat paling nyaman bagi sebagian siswa untuk mengungkapkan sebuah masalah yang tengah dihadapi remaja.

“Jadi tak hanya di dalam kelas. Guru-guru masa kini, juga mulai berusaha untuk membentengi diri peserta didiknya. Dengan memanfaatkan media sosial. Membuat grup kelas. Sehingga bisa memantau kegiatan siswa. Ketika siswa terbentur kesulitan menyelesaikan soal, dalam forum itu juga dibahas bersama. Beginilah guru masa kini,” jelas CH Ibramsyah.

Ia menyadari, menjadi sosok yang patut diteladani memang tidak mudah. Namun ia yakin, guru-guru di SMK Yadika Lubuklinggau sudah pada posisi itu.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita