oleh

Terkendala Modal dan Sering Mati

Keluh Kesah Petani Ikan

Mayoritas masyarakat Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, beternak ikan di kolam. Apa kiat mereka dalam menjalankan bisnis kolam?

Laporan Suwito, Tugumulyo

Salah seorang pemilik kolam Tarmizi (alm) yang saat ini di kelola oleh Iwan (44). Kolam saat dikunjungi di kediamannya mengaku, memiliki petakan-petakan kolam lebih kurang 31 kolam, yang diisi dengan jenis ikan Nila baik besar maupun kecil.

“Kebanyakan pemilik kolam di Tugumulyo saat ini, memang mayoritas mengelola peternakan ikan baik pribadi ataupun milik orang lain” kata Iwan saat diwawancarai Linggau Pos, Kamis (9/12).

Mengembangbiakkan ikan, dijelaskannya bisa dibilang susah-susah gampang.

“Kita perlu keuletan dan kesabaran sehingga nantinya ikan bisa tumbuh dengan besar dan baik. Disamping modal, yang turut berperan penting,” jelasnya.

Saat ini diungkapkannya, bahwa mereka sering terkendala dengan modal yang jumlahnya tidak sedikit.

“Karena dalam merawat ikan, tidak hanya kesabaran serta keuletan yang baik, modal lebih penting, terbukti dari 31 kolam saya, hanya separuh saja terisi karena terkendala modal. Harga benih ikan mencapai Rp 16.000 Kg,” ungkapnya.

Selain itu, kendala lain dalam memelihara ikan, yakni banyaknya ikan yang sakit bahkan sampai menimbulkan kematian.

Memberikan ikan jangan pernah lupa, karena pangan merupakan untuk menjaga ekosistem ikan atau pertumbuhannya bisa lebih baik. Jika tidak teratur memberi makanan dengan baik, maka ikan tidak tumbuh subur. Sekitar 1 karung dalam beri pangan ikan, tergantung kolam yang ada.

“Bisa di bilang kita harus rutin dalam memberi pangan ikan, sekitar Rp 280.000 satu karung pangan ikan , yang di berikan sebanyak 5x dalam satu hari,” tambahnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita