oleh

Terkait Jenasah Pasien Reaktif Covid-19 yang Dibawa Pulang Paksa, ini Penjelasan Kepala DKT Lubuklinggau

LINGGAUPOS.CO.ID – Kepala Rumkit Ban (RS DKT) Lubuklinggau Kapten CKM Muhidin menjelaskan pasien perempuan tersebut masuk ke RS DKT Lubuklinggau, Minggu (9/8/2020). Kemudian Senin (10/8/2020) setelah diperiksa oleh dokter, dilakukan rapid tes.

“Hasil rapid tesnya reaktif, oleh dokter kemudian disarankan untuk dirujuk. Makanya saya komunikasi dengan Direktur RS Siti Aisyah untuk proses rujuk sesuai dengan protokol covid-19, karena hasil rapid reaktif,” jelasnya.

Ia juga komunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19, dr Jeannita Sri A Purba. “Kami minta agar dijemput menggunakan ambulance, agar sesuai protokol,” ia menambahkan.

Setelah itu, diakui oleh Muhidin ia pergi ke Kodim 0406 MLM, untuk bertemu Dandim yang baru. Saat di sana, diinformasikan pasien meninggal dunia, kemudian dibawa paksa oleh keluarganya pulang.

“Saya langsung ke RS, namun sudah dibawa pulang. Menurut petugas di RS kendati sudah diedukasi, keluarganya memaksa menggunakan kendaraan sendiri membawa jenasah almarhumah,” ia menjelaskan.

Ia pun langsung ke rumah duka di Kelurahan Jawa Kanan SS Kecamatan Lubuklinggau Timur II. “Di rumahnya, keluarga masih berkeras, tidak mau mendengarkan himbauan kami,” ia mengatakan.

Namun setelah pendekatan, akhirnya keluarga pun mau mendengarkan saran. “Mereka memang masih ngotot tidak mau memakamkan menggunakan protokol, tapi mau mendengarkan agar hanya keluarga dekat dan orang terbatas yang memandikan dan memakamkan,” tegasnya.

Kemudian keluarga dan warga yang terlibat dalam pengurusan jenazah akan didata oleh Bhabinkamtibmas serta dipantau oleh Gugus Tugas Covid-19 Lubuklinggau. “Sehingga mereka nantinya bisa di rapid atau swab,” katanya.

Terpisah Lurah Jawa Kanan SS Muhammad menjelaskan pemakaman sudah dilaksanakan di TPU Jawa Kanan SS. “Sekitar pukul 15.00 WIB sudah dimakamkan. Hanya keluarganya saja, sesuai himbauan,” ia menjelaskan. (*)

Rekomendasi Berita