oleh

Terjun ke Jurang, Siswi MAN 1 Tewas

Diduga Dikejar Orang

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Tewasnya siswi MAN 1 Lubuklinggau, Erina Srilingga, akibat Lakalantas, terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (28/12), masih menyisakan tanda tanya. Informasi yang dihimpun Linggau Pos, menyebutkan diduga Erina dikejar seseorang. Lalu ia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, sehingga akhirnya Lakalantas.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunadar melalui Kanit Lakalantas, Ipda Andika saat dikonfirmasi membenarkan bahwa adanya kecelakaan tunggal Kamis (28/12) lalu.

“Memang ada laka tunggal kemarin. Tapi saat ini masih dilakukan penyidikan,” kata Andika, Jumat (29/12).

Ipda Andika menjelaskan berdasar informasi yang ia dapatkan sementara, Lakalantas yang melibatkan Erina dan temannya, Tyasari (17) menabrak tiang listrik di dekat Jembatan Mesat, Kecamatan Lubuklinggau Timur II lalu jatuh ke jurang.

“Korban meninggal dunia tadi malam di RSUD Dr Sobirin. Karena menabrak tiang listrik. Diduga mengendarai kecepatan motor dengan kencang sekitar 80 Km per jam. Diduga dikejar orang, namun sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini motor Yamaha matic Mio J dengan Nopol BG 6660 HY berwarna merah putih yang dikendarai Erina dalam keadaan hancur. Masih diamankan di Mapolres Lubuklinggau.

“Saat ini motor sudah kita amankan di Polres Lubuklinggau,” kata Andika.

Sementara itu, sebelumnya, Kasat Lantas Polres Lubuklinggau, AKP Sukiman menerangkan dari catatan Satlantas Polres Lubuklinggau, 70 % Lakalantas melibatkan pelajar dan mahasiswa-mahasiswi.

“Memang usia 14-22 tahun itu rentan melakukan kesalahan. Apalagi pelajar masih sering kebut-kebutan dan ugal-ugalan saat mengendarai kendaraan” jelas AKP Sukiman.

Ia menerangkan, tahun 2014 ada 85 Lakalantas, 26 meninggal dunia, luka ringan 98 dan luka berat 36.

Sementara tahun 2015, 76 kali terjadi Lakalantas, 29 meninggal dunia, 48 orang luka ringan dan 46 orang mengalami luka berat.

Pada tahun 2016 terjadi 57 kali Lakalantas, 18 meninggal dunia, 32 luka berat dan 77 luka ringan.

Dan 2017, terjadi 48 kali Lakalantas diantaranya 20 Meninggal Dunia, 16 Luka Ringan, dan 12 Luka Berat .

Guna mencegah adanya pelanggaran lalu lintas, AKP Sukiman mengingatkan kepada setiap pengendara untuk menggunakan helm, memasang spion, membawa surat kendaraan serta mentaati rambu-rambu lalu lintas.

Terpisah, Pengamat Hukum Regional, DR Rahmat Setiawan mengingatkan kepada para pengendara baik motor ataupun mobil untuk lebih berhati-hati saat mengemudi dan pastinya harus mematuhi peraturan lalulintas.

“Sebab, hampir sebagian besar kecelakaan diakibatkan lantaran pengendara tidak mematuhi aturan lalulintas,” kata Rahmat Setiawan.

Rahmat Setiawan berkeyakinan, apabila anggota jajaran kepolisian melalui Polisi Lalulintas (Polantas) sering melakukan patroli ataupun razia. Karena salah satu dari hasil kegiatan tersebut bisa memperkecil terjadinya Lakalantas.

Salah satu contoh, apabila tidak mengenakan helm maka akan dilakukan tindakan tilang apalagi tidak mengenakan spion.

“Namun sebenarnya itu semua upaya pihak kepolisian untuk mencegah terjadinya Lakalantas. Setidaknya apabila saat Lakalantas mengenakan helm mencegah cidera di bagian kepala begitu juga dengan kegunaan spion bisa melihat kendaraan yang ada di belakang,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain itu kondisi jalan juga pengaruh terjadinya kecelakaan baik jalannya dengan kondisi rusak ataupun gelap karena tidak ada penerangan lampu jalan, selain itu juga rambu-rambu lalulintas.

“Oleh sebab itu, hal itu juga harus jadi sorotan bagi instansi terkait dalam hal ini pihak Dinas Perhubungan dan kepolisian,” imbuhnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita