oleh

Terjerat Perangkap, Dikira Harimau, Warga Ketakutan

LINGGAUPOS.CO.ID –  Warga Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dikejutkan kabar seekor macan terjerat di kebun Cek Kani, warga Desa Ulak Lebar. Macan tersebut terjerat di kebunnya yang berada di Desa Gunung Tiga.

“Jerat yang dipasang warga Ulak Lebar ini untuk menangkap babi liar yang kerap merusak tanaman. Tapi justru macan yang terjerat, ” ujar Iki yang mendapat kabar dari rekannya di desa Gunung Tiga, Kamis (9/1/2020).

Cek Kani telah melepas macan yang terjerat itu. “Ia (pemilik kebun) takut yang terjerat anak ninek (istilah ninek atau nenek mengacu pada harimau). Jadi dilepasnyo Rabu siang. Macan yang terjerat tersebut diketahui pada Rabu pagi,” jelasnya.

Camat Ulu Ogan Yan Kurniawan membenarkan kabar tersebut. Namun dirinya belum bisa memastikan apakah macan akar atau anak harimau yang terjerat. Sebab petugas BKSDA belum sempat melihat. “Petugas datang, tapi hewan yang terjerat sudah dilepas oleh pemilik kebuin. Warga takut hewan itu masih kerabat ninek,” jelasnya.

Untuk melepas hewan tersebut dari jerat babi, menurut cerita, warga terpaksa menggunakan kayu panjang. “Takut nian warga. Untuk mbuka jerat itu pun pakai kayu panjang. Warga takut diserang,” tandasnya.

Setelah mendapat kabar tersebut, Polsek Ulu Ogan bersama KPH Bukit Nanti dan SKW II Lahat, SKW III Baturaja dan dibantu Kades Gunung Tiga Dadang Wijaya beserta perangkat desa berkumpul di rumah Kades Gunung Tiga.

Kapolsek Ulu Ogan Iptu Edi Hernata menjelaskan, polisi mendapat laporan warga yang menyebut ada hewan liar yang terjerat perangkap di kebun Cek Kani di Talang Kembalu desa Gunung Tiga pada 8 Januari, sekitar pukul 13.00 WIB.

Ia mengatakan, hewan yang terjerat tersebut diduga kuat jenis macan akar atau macan daun dengan ukuran tubuh sebesar kucing.

Sekitar pukul 15.00 WIB, tim menuju kebun Cek Kani menggunakan dua buah mobil double kabin. “Namun di tengah pejalanan, rombongan petugas bertemu dengan Erlan Efendi (anak Cek Kani). Erlan mengatakan, hewan yang terjerat telah dilepas,” ungkap Edi.

Edi menerangkan, hewan yang terjerat perangkap tersebut bukan harimau yang dihebohkan warga. ”Hewan yang terperangkap adalah macan dahan,” tegasnya

Ia mengimbau masyarakat jika mendapat informasi yang belum jelas kebenarannya jangan mudah menyebarkannya ke publik. ”Tetap waspada dengan ancaman binatang buas,” tegas Edi.(*)

Sumber: OKU Ekspres

Rekomendasi Berita