oleh

Terjadi Sembilan Kasus Pembunuhan

SEMENTARA itu AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Setyo Pranoto sebelumnya mengatakan, sepanjang 2017 sudah terjadi sembilan kasus pembunuhan.

“Kami pastikan, apapun kasus yang diterima ataupun dilaporkan pasti kami selidiki dan apabila lengkap ada saksi, bukti dan korban maka akan kami akan lakukan penyelidikan hingga pengungkapan,” jelasnya.

Sedangkan dari sisi penyelesaian, Pengadilan Negeri Lubuklinggau telah menerima 15 perkara pidana pembunuhan. Baik yang terjadi di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Juru bicara Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Hendri Agustian melalui Panitera Muda Pidana, Harmen mengatakan rincian perkara yang masuk tersebut yakni, satu perkara pada bulan April, lima perkara bulan Juni, dua perkara bulan Juli. Kemudian, untuk September dan Oktober masing-masing tiga perkara, selanjutnya di bulan November dua perkara, sementara itu pada bulan lainnya kosong.

Menurut Harmen, hukuman yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Lubuklinggau bermacam-macam sesuai dengan cara dari para terdakwa melakukan pembunuhan. Bahkan, ada yang dihukum selama 20 tahun kurungan penjara.

“Itu hukuman tertinggi yang pernah dijatuhkan majelis hakim,”kata Harmen, Senin (4/12).

Mengenai pertimbangan terhadap hukuman yang sudah dijatuhkan, lanjut Harmen sesuai dengan keyakinan dari majelis hakim. Sebab, setelah mendengar keterangan dari saksi-saksi maupun alat bukti, majelis hakim mempunyai hak penuh untuk menilai suatu perkara.

“Kewenangan majelis hakim penuh, tidak ada satu pun pihak yang bisa mengintervensi mereka ketika menjatuhkan hukuman,” jelasnya. (11/16)

Komentar

Rekomendasi Berita