oleh

Terganjal Perekaman Sejak Desember 2016

Penunggalan Data Menjadi Kendala

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Rejang Lebong mengaku masih memiliki kendala dalam melayani percetakan KTP-El di wilayahnya. Salah satu kendala dihadapi yakni soal penunggalan data.

Laporan Syamsul Ma’arif

“Kendalanya saat ini memang masih pada penunggalan data,” kata Kadisdukcapil Rejang Lebong, Bakhrim melalui Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Mei Susanti ditemui di ruang kerjanya Rabu (8/11).

Diakui Buk Mei, sapaan akrabnya, memang masih banyak masyarakat yang sudah melakukan perekaman namun KTP-El nya belum dicetak.

Dijelaskan, penunggalan data adalah penunggalan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri.

Penunggalan data dilakukan ketika masyarakat sudah merekam KTP-El baik di kecamatan maupun kantor Disdukcapil, data perekaman harus di kirim ke Pusat untuk ditunggalkan. Dalam penunggalan data ini, katanya, nantinya akan dilakukan pengecekan apakah data tersebut ganda atau tidak.

“Yang mengalami masalah dalam penunggalan data ini, kebanyakan mereka yang melakukan perekaman pada Bulan Desember 2016 hingga Juni 2017.Sebab saat itu server milik Kementerian Dalam Negeri tengah offline atau tidak aktif secara nasional sehingga saat server kembali diaktifkan data menjadi menumpuk karena secara nasional masuk secara bersama,” paparnya.

Bahkan, informasinya, daftar tunggu diserver tersebut mencapai 4,5 juta data sementara kapasitas server sekitar 200 ribu.

“Masyarakat yang melakukan perekaman saat server tidak aktif harap bersabar sebab ini langsung oleh sistem,” harapnya.

Sementara itu, untuk ketersediaan blangko sendiri saat ini masih tersedia. “Untuk blangko ada 10 ribu lembar.

“Tahap pertama dikirim 6 ribu lembar kemudian ditambah lagi 4 ribu lembar, dan sekarang yang sudah terpakai sebanyak sekitar 8.900 lembar,” paparnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita