oleh

Terduga Teroris Berkeliaran di Lubuklinggau

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara

“Tim sekarang sedang ke sana (Lubuklinggau), untuk mencari kebenaran sel-sel lain (teroris) yang melakukan kegiatan mencari dana. Ini masih dikembangkan …”

Tugas Pengumpul Dana

LINGGAU POS ONLINE, PALEMBANG – Kepada polisi, dua terduga teroris HH alias AR (38) dan HS alias AA (39) mengaku masih ada anggota mereka yang berada di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel). Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, tugas orang yang ada di Lubuklinggau tersebut untuk mencari dana.

“Tim sekarang sedang ke sana (Lubuklinggau), untuk mencari kebenaran sel-sel lain (teroris) yang melakukan kegiatan mencari dana. Ini masih dikembangkan,” ujar Zulkarnain, Kamis (17/5).

Zulkarnain menyebutkan, saat ini mereka meminta bantuan pada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melihat transaksi beberapa nama pegawai yang disebutkan kedua pelaku sebagai penyandang dana dalam aksi teroris.

“Secara lisan sudah disampaikan kepada PPATK untuk memeriksa keuangan nama-nama yang disebutkan dua yang kami amankan itu,” kata dia.

“Nanti akan dilihat, gajinya berapa, larinya ke mana saja. Itu yang ditelusuri,” tambahnya.

Namun, Zulkarnain tak bisa menyebutkan nama orang yang diungkapkan terduga teroris sebagai pengumpul dana dalam aksi serangan teroris.

“Sekarang kami sedang bersinergitas bersama intelijen TNI dan jaksa untuk sama-sama mengejar pelaku yang lain,” ungkapnya.

Untuk tahu tentang kejelasan kabar ini, Linggau Pos sempat mengonfirmasi Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar. Namun pihaknya enggak berkomentar banyak.

“Kami belum bisa berkomentar soal itu (terduga teroris pengumpul dana, red),” tegasnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Wakapolres, Kompol Zulkarnain mengatakan guna mengantisipasi teror sebagaimana yang terjadi di Poltabes Surabaya dan Polda Riau, tetap dilakukan pengamanan di Mapolres Lubuklinggau.

Kali ini dibantu oleh dua anggota Brimob secara bergantian.

“Sengaja meminta bantuan dari Brimob, dilengkapi senjata api laras panjang jenis V2, guna meningkatkan kewaspadaan, apabila ada oknum yang mencurigakan dan sifatnya membahayakan maka anggota langsung bertindak, namun tindakan sesuai prosedur,” kata Zulkarnain.

Kompol Zulkarnain menjelaskan, pelayanan di Polres Lubuklinggau masih dilakukan, hanya saja warga yang akan mendapatkan pelayanan akan diperiksa mulai dari tubuh hingga barang bawaan. Lalu masyarakat ditanya anggota tujuannya untuk apa datang ke Polres, serta diberikan tanda pengenal.

Selain itu, anggota yang berada di dalam Mapolres Lubuklinggau tetap siaga, mengawasi masyarakat yang datang ke Polres dan berkoordinasi dengan petugas lainnya apabila ada yang mencurigakan.

“Namun, bukan hanya di lingkungan Mapolres tetapi di tempat ibadah dan keramaian juga dilakukan pengamanan secara patroli,” ucap Wakapolres.

*** Kapolres : RT dan Kades Diminta Aktif

Sementara itu Kapolres Kabupaten Musi Rawas (Mura), AKBP Bayu Dewantoro menjelaskan, pasca bom bunuh diri pihaknya tidak hanya memperketat pengamanan di sejumlah gereja saja. Melainkan, juga menambah penjagaan di Mapolres sendiri.

“Pagi tadi selesai apel sejumlah anggota ke gereja. Termasuk, penjagaan Polres juga ditambah atap dan malam ditutup buka menggunakan bel dan sudah lama diberlakukan sebelum ada kejadian bom bunuh diri di Surabaya,” tutur Bayu.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, selain memperketat pengamanan di gereja dan Mapolres maka menggalakkan lagi 1×24 lapor RT RW dan Kepala Desa (Kades) guna mengantisipasi kontrakan, kos yang mencurigakan.

Terlepas dari itu, mantan Kapolres Empat Lawang ini mengimbau kepada masyarakat dapat saling sharing serta terpenting menjaga toleransi antar umat beragama di wilayah masing-masing.

“Intinya di samping meningkatkan pengamanan tentunya saling meningkatkan kewaspadaan masing-masing serta melaporkan adanya aktivitas yang mencurigakan,” jelasnya. (Net/03/02/01)

Rekomendasi Berita