oleh

Terdata 573 ODGJ, 38 Dipasung, Dinsos Upayakan Pengobatan

LINGGAUPOS.CO.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang melakukan pendataan terhadap ODGJ. Kemudian, diupayakan untuk mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Palembang.

Kepala Dinas Sosial, Eka Agustina mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan dan sudah ada beberapa yang ditangani untuk di obati ke RSJ Palembang atau Panti ODGJ yang ada di Bengkulu. Hingga Januari – Maret 2021 terdata sebanyak 573 ODGJ, 38 orang diantaranya dalam keadaan pasung.

“Hari ini (Rabu) kami menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada pihak keluarga Ibu Weni (Pasien ODGJ), tinggal mengurus Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), karena Weni ini belum memiliki KK dan KTP”. Kata Eka

Pihaknya juga telah berkordinasi dengan ke pihak Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), untuk membuatkan Indentitas Pasien ODGJ tersebut. Dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta keluarganya untuk dilakukan pendampingan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Disdukcapil, untuk pembuatan KK dan KTP Weni ini. setelah selesai diurusi, barulah kami berkoordinasi dengan pihak Dinkes untuk memeriksa kembali keadaan dari Ibu Weni ini, apakah masih akan dilanjutkan ke rumah sakit jiwa Palembang atau cukup penanganannya di RSUD Tebing Tinggi yang masih, yang mungkin dalam pengawasan Dinkes, jadi kita koordinasikan dulu, setelah persyaratan sudah lengkap kami dari pihak Dinas Sosial siap mendampingi, jika perlu diadakan rujukan ke Rumah Sakit Jiwa di Palembang,” terangnya.

Menurut Eka, saat hendak merujuk pasien ODGJ untuk diobati atau dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Diantara kendala tersebut datang dari keluarga pasien sendiri yang malu kalau sampai keluarganya itu dibawa ke RSJ dan ODGJ yang berkeliaran tersebut tidak memiliki identitas.

“Terkadang di lapangan kami, terkait tidak memilikinya identitas dari ODGJ yang berkeliaran, makanya kami membuat tim untuk dalam penanganan ODGJ ini, dan ada juga keluarganya menolak untuk dikirim ke RSJ, dengan alasan malu” kata dia.

Terpisah, menurut Kepala Disdukcapil, Peterson Okki Bial, Melalui Kasih Sistem Informasi Kependudukan (SIAK), Harry Truman, pihaknya berkerjasama dengan pihak Dinsos, untuk melakukan perekaman secara offline dengan cara dijemput bola ke kecamatan untuk pembuatan identitas ODGJ dan Masyarakat terlantar yang belum memiliki identitas.

“Untuk Perekaman KTP atau identitas ODGJ dan Warga Terlantar ini, sudah pernah kami lakukan, dan memang kami berkerjasama langsung dengan pihak Dinsos, berdasarkan rekomendasi yang masuk dari Dinsos ke Disdukcapil untuk di lakukan perekaman terhadap ODGJ dan warga terlantar ini, secara offline atau jemput bola langsung ke kecamatan,” jelas Harry

Lainnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Empat Lawang, Sulni Melalui, Kapala Bidang, (Kabid) Pencegahan dan pengendalian Penyakit, dr Ivon Melyani, menerangkan pihaknya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengecek keadaan ODGJ  di puskesmas, sebelum dirujuk ke RSJ. Dengan persyaratan sudah lengkap.

“Harus lewat bawah dulu, bawa ke puskesmas terlebih dahulu. jika mau perawatan puskesmas, bila harus dirujuk kita akan rujuk jika ada BPJSnya,” tandasnya. (*)

Rekomendasi Berita