oleh

Terdakwa Kasus Penganiayaan Akan Divonis

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Sidang kasus penganiayaan dengan terdakwa Eriyel Effendi (40) kembali dilanjutkan. Setelah sebelumnya Senin (9/4), berlangsung sidang dengan agenda pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi).

Sidang sudah berlangsung di Ruang Sidang Cakra di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Jalan Depati Said, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (10/4).

Sidang ini dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dian Triastuti didampingi Hakim Anggota, Yopi Wijaya dan Indra Lesmana. Giliran Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memberikan jawaban terhadap Pledoi Terdakwa (Replik).

Dalam Replik disampaikan oleh JPU, Zubaidi pada pokoknya tetap bertahan pada alasan tuntutan yang mereka ajukan. Yakni Eriyel terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Abdiantoro.

“Bahwa apa yang disampaikan oleh terdakwa melalui penasihat hukumnya dalam nota pembelaan adalah salah, ada lebih dari satu saksi yang menyatakan korban dipukuli oleh terdakwa, serta bukti visum telah sesuai prosedur. Memang benar yang memeriksa adalah perawat yang bertugas, namun di bawah pengawasan langsung dr Reny Syartika yang diperiksa sebagai saksi,” ungkap JPU Zubaidi.

Sidang kemarin berlangsung cepat, dan tanpa adanya interupsi dari kedua belah pihak. Sementara Duplik (jawaban dari replik) disampaikan secara lisan oleh Penasihat Hukum Terdakwa, Insani.

“Duplik kami pada pokoknya tetap seperti pledoi yang kami sampaikan pada sidang sebelumnya.” ungkap Insani.

Sementara Afrizal adik terdakwa Eriyel Effendi menjelaskan dirinya tidak sepakat dengan keputusan yang diberikan JPU, karena menurut BAP yang diberikan tidak sesuai dengan fakta persidangan.

“Kita semua tahu, kalau pada persidangan lalu kakak saya korban, di sana sangat jelas apalagi yang kurang. saya berharap kepada hakim untuk memberi fakta sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Kronologis kejadian bermula sebelumnya pada pukul 16.00 WIB hari Senin 20 Februari 2017 lalu terjadi penganiayaan terhadap Eriyel Efendi. Saat itu Abdiantoro membawa kayu masuk ke dalam toko, dan langsung memukul bibir Eriyel Efendi dengan kayu balok sepanjang 1 meter.

Kemudian pada saat terdakwa jatuh, Abdiantoro melakukan penendangan sambil merangkul dan memukul kepala terdakwa Eriyel Efendi. Lalu Eriyel tidak menyukai perbuatan yang dilakukan Abdiantoro langsung melaporkan kepada Polsek Tugumulyo. Dengan kasus dugaan penganiayaan.(11)

Rekomendasi Berita