oleh

Terdakwa Kasus Lelang Jabatan Muratara, Dituntut 2 dan 3 Tahun

LINGGAUPOS.CO.ID –  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuklinggau menuntut dua terdakwa kasus lelang jabatan Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara)  dalam sidang, Senin (15/3/2021) yang dilaksanakan secara virtual.

Terdakwa Mantan Bendahara Pengeluaran BKPSDM Kabupaten Muratara, Riopaldi Okta Yudha dituntut 2 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp25.697.170 atau diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Kemudian Tim Pansel Lelang Jabatan, Hermanto dituntut 3 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Serta diwajibkan membayar uang penganti Rp109.650.000, apabila tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan incrah, maka harta benda disita oleh jaksa, dan dilelang. Apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti hukuman penjara 1 tahun 6 bulan.

Kajari Lubuklinggau Willy Ade Chaidir melalui Kasi Intelijen Aan Tomo dan Kasi Pidsus Yuriza Antoni mengatakan kedua terdakwa dituntut berbeda, dikarenakan terdakwa Riopaldi Okta Yudha mendapatkan Justice Colaborator sebagaimana surat Kajari no B-1076/L.6.11/FD.1/04/2020 tanggal 13 April 2020.

Aan Tomo menambahkan kedua terdakwa dituntut dengan Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat (1) hurup B UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Aan Tomo juga menjelaskan, saat ini kedua terdakwa telah mengembalikan keuangan negara Rp201.650.000.

Seperti diketahui dalam kasus ini, para terdakwa diduga melakukan kegiatan uji kompetensi jabatan/lelang jabatan diluar anggaran APBD 2016. Kegiatan dilaksanakan 2016 di Hotel 929 Lubuklinggau, kemudian dianggarkan pada 2017 sebesar Rp900 juta. (*)

Rekomendasi Berita