oleh

Terbukti Adanya Perubahan Sikap

Catatan Rihlah Siswa MAN 2 Tahun 2018

Rihlah atau arti literal ‘perjalanan’ adalah istilah dalam bahasa Arab untuk praktik menempuh perjalanan panjang bahkan hingga ke luar negeri. Dengan makna khusus Rihlah yaitu sebuah petualangan untuk mencari dan mengumpulkan hadis atau menuntut ilmu agama, juga makna secara umum untuk perjalanan dalam rangka penelitian atau melancong.

Laporan Qori Musdhalifah, Lubuklinggau

Nah, sekarang ini Rihlah juga sering dijadikan salah satu program sekolah dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Dimana, kegiatan Rihlah ini dijadikan salah satu momen untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas yang dilaksanakan pelajar setiap harinya.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Lubuklinggau adalah salah satu sekolah yang memiliki kegiatan rutin Rihlah tiap tahunnya, yang dilaksanakan siswa-siswi jurusan Agama.

Hal ini diungkapkan Waka Kesiswaan MAN 2, Joharuddin didampingi Waka Sapras, Hj Huzaimah yang juga salah satu guru Agama di MAN 2 Lubuklinggau.

Dalam wawancaranya, Huzaimah juga mengatakan jika siswa-siswi kelas XI Agamanya baru saja melaksanakan kegiatan Rihlah selama enam hari pada 19-24 Maret 2018.

“Iya, sebanyak 40 siswa kelas XI Agama yang terdiri dari 11 Putra dan 29 Putri baru saja melaksanakan Rihlah di Ponpes Salafiyyah Syifaul Janan, Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, selama enam hari,” katanya.

Di Ponpes Asuhan KH Imam Aspali ini, 40 siswa-siswi MAN 2 Lubuklinggau mengikuti semua kegiatan pondok pesantren selama hampir satu minggu.

“Selama berada di Pondok, anak-anak akan didampingi guru pembimbing Bapak Imam Asrori dan Ibu Sutianingsih. Dan selama enam hari tersebut, anak-anak akan belajar dan mendalami materi fiqih. Selain itu juga belajar bedah hadist tauhid, Quran Hadist dan lainnya,” jelasnya.

Lanjut, Huzaimah, kenapa dalam Rihlah ini kami pilih ke Pesantren, karena pesantren mempunyai struktur kurikulum keagamaan yang lebih luas dibanding di Madrasah.

“Dan kita merasa sangat butuh penguatan kepribadian anak melalui kegiatan Rihlah di Ponpes ini. Di sana anak-anak akan mengupas dan mempelajari secara detail mengenai cabang keimanan hingga pada pengaplikasiannya,” ungkapnya.

Huzaimah bersyukur, selama lebih kurang satu minggu ini, anak-anak sangat antusias, semangat dan mendapatkan kesan yang luar biasa saat mengikuti segala kegiatannya Rihlah di Ponpes Salafiyyah Syifaul Janan ini.

“Dan kegiatan Rihlah ini juga sebagai refreshing mereka terhadap rutinitas sehari-hari dan juga agar mereka tidak menghabiskan waktu libur mereka dengan hal yang sia-sia. Dan usai liburan ini, berharap anak-anak akan mengalami perubahan sikap ke arah yang lebih baik lagi. Dan Alhamdulillah selama enam tahun menjalankan program ini, kita melihat banyak perubahan yang signifikan terjadi pada anak setelah ikut dalam kegiatan ini, terutama pada perubahan sikap,” harapnya.
Untuk itu, tambahnya, kegiatan Rihlah ini akan terus dilaksanakan, dan kedepannya jika bisa tidak hanya diharuskan untuk siswa siswi jurusan agama saja, tetapi juga siswa siswi jurusan lainnya. (*)

Rekomendasi Berita