oleh

Terbitkan Tiga Koran Lokal

Oleh Solihin

Di Graha Pena Linggau Pos Batu Urib Taba (sekarang Kantor Musirawas Ekspres), koran dengan jargon “Pertama Terbesar di Bumi Silampari” ini maju pesat. Dari sinilah, gagasan Bos Parno melahirkan banyak koran di tingkat kabupaten/kota, bukan hanya di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) tetapi di daerah Jawa Barat dan Banten.

Pada tahun 2006 hingga 2009 Linggau Pos menjadi perhatian para pimpinan koran di Sumbagsel, Jawa Barat dan Banten. Dikarenakan pertumbuhan Linggau Pos yang luar biasa, tidak kalah dengan perusahaan penerbit koran tingkat regional (perusahaan koran yang terbit di ibu kota provinsi).

Lalu Bos Parno mengajak semua pimpinan koran regional di Sumbagsel, Jawa Barat dan Banten untuk menerbitkan koran-koran lokal di kabupaten/kota.

Sehingga lebih kurang 40 perusahaan penerbit koran didirikan. Untuk lebih meningkatkan lagi layanan pada masyarakat akan informasi, khususnya masyarakat Empat Lawang, awal 2008 saya punya ide dengan menambah halaman khusus untuk wilayah Kabupaten Empat Lawang, diberi nama “Empat Lawang Pos” dengan empat halaman suplemen Linggau Pos.

Pada 1 Februari 2008, Empat Lawang Pos terbit perdana, dan wartawan yang ditugaskan di kabupaten pecahan Kabupaten Lahat ini sistem piket. Hampir semua wartawan senior Linggau Pos, mendapat giliran tugas di Kabupaten Empat Lawang. Empat Lawang Pos ini terbit lebih kurang dua tahun.

Melihat kebutuhan informasi masyarakat ‘Bumi Silampari’ terus meningkat, Harian Pagi Linggau Pos berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat itu dengan menambah halaman.

Kalau sebelumnya 8 halaman menjadi 12 halaman, kemudian ditambah menjadi 16 halaman, dan terus menambah lagi menjadi 20 halaman. Tetapi masyarakat Kabupaten Musi Rawas merasa ada yang kurang. Untuk menjawab itu, maka saya punya ide untuk mendirikan koran lokal tersendiri untuk masyarakat Kabupaten Musi Rawas.

Ide dan gagasan saya ini saya sampaikan saat Bos Parno datang ke Lubuklinggau, saya lupa hari dan tanggalnya, tapi Juni 2008. Mendengar ide yang saya sampaikan, Bos Parno setuju. Mendapat restu tersebut saya langsung tancap gas mengurus semua yang dibutuhkan untuk pendirian sebuah perusahaan pers.

Lalu saya dengan Rusmila (Kabag Keuangan Linggau Pos) mendatangi Notaris Indra Jaya Putra untuk membuat badan hukum yang dilegalitas oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.

Setelah pengurusan akta perusahaan berjalan, saya dengan Rusmila terus
menyiapkan yang lain. Termasuk menyusun struktur organisasi dan kawan-kawan yang akan menjalankan perusahaan baru.

Dan koran yang baru didirikan ini diberi nama “Harian Umum Musirawas Ekspres”. Orang yang diberi amanah menjalankan perusahaan penerbit koran ini adalah Panca Riatno, sebelumnya Penanggung Jawab (Penjab) salah satu rubrik Harian Pagi Linggau Pos.

Tepat 1 Juli 2008, Musirawas Ekspres dengan Perusahaan Penerbit PT Musi
Rawas Media terbit perdana. Dicetak di perusahaan percetakan PT Sumex Intermedia, di lantai dasar gedung Linggau Pos. Saat itu kantor Musirawas Ekspres masih menyatu dengan kantor Linggau Pos.

Beberapa bulan kemudian Kantor Musirawas Ekspres pindah di Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti, menempati gedung tiga lantai. Rencana
awal gedung itu akan dijadikan kantor dan studio, sekaligus pemancar Silampari TV (SilTV).

Kehadiran Koran Musirawas Ekspres mendapat sambutan yang baik dari
masyarakat “Bumi Silampari”, terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, bupatinya saat itu H Ridwan Mukti. Begitu juga dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, waktu itu Wali Kota Lubuklinggau

Riduan Effendi. Sehingga dalam waktu singkat Musirawas Ekspres juga mengalami pertumbuhan yang baik.
Kemudian Empat Lawang Pos, suplemen Harian Pagi Linggau Pos untuk Kabupaten Empat Lawang, juga mengalami pertumbuhan yang baik pula.

Maka saya punya pemikiran untuk membuat perusahaan penerbit tersendiri, untuk koran di Kabupaten Empat Lawang. Lalu saya telepon Bos Parno, saya sampaikan rencana ini.

Ternyata gayungpun bersambut, Bos Parno menyetujui rencana itu. Mendapat persetujuan itu, saya mengajak kawan-kawan untuk bersilaturahmi dengan Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA).

Kami disambut hangat Bupati HBA. Begitu kami menyampaikan rencana
penerbitan Koran Empat Lawang, Bupati HBA menyatakan sangat mendukung rencana pendirian perusahaan koran di daerah yang di pimpinannya.

Bukan hanya itu, Pemkab Empat Lawang siap bekerja sama dalam rangka penyampaian informasi pembangunan ke pada masyarakat di situ. Koran ini diberi nama “Harian Empat Lawang”, dengan perusahaan penerbit PT Empat Lawang Media. Dan pada 1 Maret 2011 Harian Empat Lawang terbit perdana.

Selanjutnya pembangunan Kabupaten Musi Rawas dibawah kepemimpinan
H Ridwan Mukti begitu luar biasa. Begitu juga dengan pembangunan Kota
Lubuklinggau, dengan Wali Kota Lubuklinggau Riduan Effendi. Tetapi
masalah aset Pemkab Musi Rawas yang ada di wilayah Lubuklinggau saat itu,
belum terselesaikan dengan baik.

Terkadang masalah aset ini dibawa ke ranah politik. Sehingga berujung pada hubungan kalangan aparatur birokrasi kedua pemerintahan daerah kurang harmonis.

Kondisi ini juga menyeret kedua nama Koran Harian Pagi Linggau Pos dan Harian Umum Musirawas Ekspres. Muncul sentimen kedaerahan, Linggau Pos sesuai dengan merek koran ini, maka dianggap koran masyarakat Kota Lubuklinggau. Sedangkan Musirawas Ekspres dianggap korannya Kabupaten Musi Rawas.

Saya tidak mau sentimen kedaerahan yang menyeret nama kedua koran ini
berkepanjangan. Dari sinilah muncul dari benak saya untuk mendirikan koran lokal baru lagi. Dan koran ini didirikan dengan semangat pemersatu, tidak ada koran Musi Rawas dan Koran Kota Lubuklinggau.

Gagasan ini juga direstui Bos Parno. Maka Berdirilah sebuah perusahaan koran yakni PT Silampari Media Utama, penerbit Harian Silampari. Untuk Penanggung jawab (General Menager) Budi Santoso, dan Pemimpin Redaksi Agus Hubya Handoyo. Koran pemersatu dua daerah ini terbit perdana pada 4 Juni 2012.(bersambung)

Rekomendasi Berita