oleh

Terbentur Dalih Mata Pencaharian

LINGGAU POS ONLINE, MENGENAI aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di bantaran Sungai Kelingi, juga sudah jadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau.

Kepala DLH Kota Lubuklinggau, Herdawan menjelaskan, DLH memang belum melakukan pelarangan secara resmi terhadap aktivitas warga yang melakukan penambangan batu koral.

“Kalau imbauan pernah kami lakukan. Tapi dalihnya, itu (menambang koral,red) satu-satunya mata pencaharian. Menurut kami, sejauh mereka tidak menggunakan alat berat, masih bisa ditoleransi,” tutur Herdawan.

Namun, tetap harus ada batasan, berapa kubik per orangnya.

“Memang butuh tim terpadu untuk mencari solusi dari penambangan batu koral sepanjang tepian Sungai Kelingi ini. DLH, Polsek, dan Pol PP perlu duduk satu meja,” jelasnya.

DLH mengaku juga terbantu dengan adanya tim rafting. Yang sudah turut menjaga ekosistem di Sungai Kelingi agar tetap terjaga keindahan dan keasriannya.

“Nah, kalau tim rafting menemukan ada masalah di sepanjang lingkungan sungai, laporkan saja ke DLH maupun walikota. Dilengkapi dokumen-dokumen pendukungnya,” jelas Herwadan, kemarin.

Penambangan batu koral di tepian Sungai Kelingi, kata Herdawan, jelas berakibat buruk pada kontur tanah menjadi labil. Efek jangka panjangnya bisa longsor.

“Makanya kami akan konsultasi dengan pihak Forum Daerah Aliran Sungai (Fordass) Musi, bagaimana solusinya. Mengenai solusi mata pencaharian penambang, jika aktivitas ini benar-benar dilarang maka perlu pengkajian lintas sektor,” tutur Herdawan lagi.

2018 Mendatang, Herdawan mengatakan DLH akan melakukan kajian dan penelitian, menentukan titik-titik rawan erosi di Sungai Kelingi.

“Itu upaya kami untuk menyelamatkan Sungai Kelingi dari aktivitas masyarakat yang tidak bersahabat dengan alam. Jangan sampai alam marah karena cara kita yang buruk memperlakukan alam. Memang mengubah pola pikir masyarakat yang mau gampangnya saja, lebih mudah cari batu daripada jualan, itu yang susah. Makanya butuh gerak bersama mengedukasi masyarakat,” jelasnya. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita