oleh

Tenggelam Setelah Selfie

Dilarang Mandi di Saluran Irigasi

LINGGAU POS ONLINE, SIRING AGUNG – Duka menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Pasalnya, Minggu (19/11) mereka kehilangan sosok siswa berprestasi Aldi Wira Pralingga (17). Diduga karena tak bisa berenang, peserta didik kelas XII.IPA itu terbawa arus dan tewas di Saluran Irigasi Siring Agung, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Kejadian tragis ini terjadi tepat di depan SMA Negeri 4 Lubuklinggau, sekitar pukul 17.30 WIB, kemarin. Meninggalnya Aldi menambah daftar panjang jumlah korban tewas lantaran hanyut dan tenggelam di Kota Lubuklinggau. Dari data yang dihimpun Linggau Pos, sepanjang 2017 sembilan orang meninggal akibat terbawa arus dan tenggelam (baca tabel).

Peristiwa naas itu sempat menghebohkan warga Kelurahan Siring Agung. Saat di lokasi kejadian, beberapa warga menceritakan awalnya Aldi yang merupakan warga Jalan Masjid Annur, Kelurahan Simpang Priuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I itu pulang dari mengikuti lomba di MAN 1 Lubuklinggau.

Aldi bersama ketiga rekannya, Nurmas (17) warga Jalan Asoka, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Ilham Kurniawan (17) warga Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II dan Putra Juliansyah (17) warga Kelurahan Simpang Priuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Empat sekawan itu mandi bersama di saluran irigasi Siring Agung. Hal itu dilakukan sebagai wujud kebahagiaan mereka usai meraih Juara I dalam Kompetisi Lomba Lukis Dinding. Mereka bermaksud untuk merayakan kemenangan itu. Saat mandi, Aldi terjun ke irigasi dari dataran tinggi Siring Agung bersama dengan Nurmas, Ilham Kurniawan dan Putra Juliansyah.

Namun setelah terjun, Aldi tidak muncul ke permukaan air sedangkan tiga temannya muncul ke permukaan air. Melihat Aldi tidak muncul ke permukaan teman-teman korban serentak terkejut.

Kemudian, temannya berusaha menyelam untuk mencari korban sekitar 10 menit, setelah berusaha mencari tidak membuahkan hasil, teman-teman korban meminta pertolongan warga di Kelurahan Siring Agung.

Selang sekitar 10 menit korban berhasil ditemukan warga dengan cara menggunakan jaring dan langsung mengangkat korban dan dilarikan ke RSUD Siti Aisyah, namun nyawa Aldi tak tertolong.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Selatan, Iptu Aprinaldi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian pelajar yang hanyut dan nyawanya tidak bisa diselamatkan.

“Memang ada, pelajar meninggal hanyut yakni, Aldi Wira Pralingga. Diduga korban hanyut terbawa arus lantaran tidak bisa berenang saat mandi di irigasi Kelurahan Siring Agung,” kata Iptu Aprinaldi, Minggu (19/11).

Kapolsek menjelaskan, setelah mengetahui peristiwa itu, ia langsung mendatangi lokasi dan turut membawa korban ke RSUD Siti Aisyah, namun sayangnya nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

“Kami langsung mengantarkan jenazah korban ke rumah duka di Jalan Masjid Annur, Kelurahan Simpang Priuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II,” jelas Kapolsek.

Senada disampaikan, Fitri Ketua RT 07, Kelurahan Siring Agung saat ditemui mengatakan bahwa tidak mengetahui secara jelas runtutan kejadian tersebut.

“Korban bersama dengan ketiga temannya sedang asyik foto-foto di jembatan. Saat berfoto-foto sudah diingatkan jangan foto-foto ataupun mandi di irigasi Siring Agung, setelah mengingatkan aku langsung pulang, selang sekitar 20 menit ada informasi ada orang hanyut saat dilihat ternyata korban hanyut dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Fitri.

Kepala SMA Negeri 4 Lubuklinggau, Erwin Susanto mengatakan, ia turut berduka cita sedalam-dalamnya dengan adanya kejadian ini. Ia langsung ke rumah duka, tadi malam.

“Aldi sudah beberapa kali mengharumkan nama baik SMA Negeri 4 Lubuklinggau melalui kompetisi seni. Dia ini anaknya aktif. Dalam bidang akademik juga bagus. Kami jelas merasa kehilangan. Semoga orang tua Aldi, yaitu Bapak Jupriyadi Saidi bisa bersabar dengan musibah ini. Kami keluarga besar SMA Negeri 4 Lubuklinggau mendoakan Nak Aldi khusnul khotimah,” jelasnya.

Sementara itu, Sefti Guru Pembina Ekstrakulikuler Seni SMA Negeri 4 Lubuklinggau mengaku syok dengan kejadian ini. Baru tadi sore, ia menyaksikan senyum siswa kesayangannya itu menunjukkan piala dan piagam Juara I Melukis Dinding yang diraihnya dari kegiatan MANSA Art Competitions.

“Saya benar-benar sedang syok. Yang pasti kami sangat kehilangan. Aldi anak yang baik. Saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi,” kata Sefti.

Anak ketiga dari empat bersaudara itu dikenal periang dan taat beribadah. Keluarga Aldi tak menyangka, kejadian pilu ini akan menimpa keluarganya.

Didampingi sang ibu Dwi Astuti, Jupriyadi, sang ayah menceritakan bagaimana Aldi selalu bersungguh-sungguh untuk bisa membahagiakan orang tuanya.

Guru SMP Negeri 9 Lubuklinggau itu mendoakan, amal ibadah putranya diterima di sisi Allah SWT.

Lurah Siring Agung, Robiansyah saat dikonfirmasi membenarkan adanya siswa SMA Negeri 4 Lubuklinggau yang hanyut.

“Kejadian sebenarnya saya kurang mengetahui, namun informasi dari Ketua RT07 mereka (siswa, red) pulang dari sekolah karena ada pertandingan. Ketika pulang mereka melakukan selfi di atas jembatan. Lalu ada teman mereka jatuh, ketika meminta tolong dikira teman-temannya bercanda kalau dia tidak bisa berenang. Tapi itu informasi yang saya dapat, jelasnya saya belum mendapatkan info lagi,” jelas Roby.

Ia pun mengimbau kepada anak-anak yang memang belum bisa berenang, untuk lebih berhati-hati.

“Karena kalau warga Siring Agung rata-rata sudah bisa berenang. Dan informasi yang saya dapat, anak-anak tersebut warga Simpang Periuk. Kedepan kita juga akan berkoordinasi dengan pihak SMA Negeri 4 untuk memberikan imbauan kepada anak-anak mereka agar tidak mandi di Saluran Irigasi ini,” ungkapnya. (16/05/09)

Komentar

Rekomendasi Berita