oleh

Temukan Tanaman Ganja di Bukit Barisan

Diperkirakan Ada Lahan Besar

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Wilayah Bukit Barisan menjadi surganya lahan ganja bukan isapan jempol. Berjalan kaki sekitar tujuh jam, dua personel Polsek Kikim Selatan berhasil menemukan tanaman ganja. Tanaman terlarang ini di Tumpangsari dengan tanaman kopi, di wilayah per kebun kopi Talang Suban, Desa Beringin Janggut, Kecamatan Kikim Selatan, Lahat.

Keberhasilan mengungkap kebun ganja ini, setelah Polsek Kikim Selatan menerima informasi masyarakat, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (20/11). Informasi itu tidak disia-siakan. Senin sore, dua personel Polsek Kikim Selatan dikirim untuk memastikan informasi itu. Dengan menempuh perjalanan sekitar tujuh jam jalan kaki, dengan melintasi gugusan bukit barisan, anggota Polsek Kikim Selatan tiba di wilayah perkebunan kopi Talang Suban.

Upaya mencari tanaman ganja baru membuahkan hasil Selasa (21/11), sekitar pukul 07.00 WIB. Awalnya ditemukan tiga batang tanaman ganja ukuran sekitar 50 centimeter, yang berumur sekitar tiga bulan, ditanam disela tanaman kopi.

“Kondisi medan menuju lokasi yang berat, dan cuaca yang kurang bersahabat, membuat anggota kami kesulitan melacak tanaman ganja. Tapi dugaan kami masih ada tanaman ganja di lokasi lain wilayah itu,” kata Kapolsek Kikim Selatan, Iptu Maulana, via seluler.

Tidak beberapa lama, personel polisi yang disampingi warga, menemukan pondok di tengah kebun kopi itu. Dalam pondok yang sudah ditinggal penghuninya itu ditemukan daun ganja masih basah, yang sudah dipotong-potong.

“Perkiraan kami ada belasan batang ganja yang sudah dipotong-potong itu. Pemilik kebun atas nama Miki (30), warga Desa Batu Jungur, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang,” kata Maulana.

Seluruh barang bukti yang ditemukan pun langsung diangkut, untuk disita di Mapolsek Kikim Selatan. Meski pemilik kebun itu belum berhasil diamankan.

“Memang hampir seluruh pemilik kebun wilayah itu warga Empat Lawang. Tapi masih wilayah kita (Lahat). Kami masih selidiki, apakah ganja yang kami sita sisa yang sudah dipanen sebelumnya,” tutup Maulana. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita