oleh

Temukan Ajaran Islam di Negara Ateis

Direktur Pasca Kunjungi UNH Vietnam

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK KUPANG – Dari seluruh perguruan tinggi swasta di Indonesia, hanya tiga saja yang dipilih oleh University National Holcim Vietnam (UNHV) untuk merayakan HUT UNHV ke- 60.

Tiga perguruan tinggi swasta tersebut antara lain STIE Musi Rawas-Lubuklinggau, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, dan Universitas Surabaya.

Sedangkan dari Asia Tenggara yang diundang semuanya datang kecuali Brunai Darussalam. Untuk tingkat Asia yang hadir antara lain dari Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, dan dari Amerika Serikat yaitu Harvard University.

“Dari kunjungan ini yang dapat diambil untuk pembangunan di Indonesia adalah selama tiga hari berada di Vietnam adalah pemerintah di sana lebih banyak membangun ekonomi kerakyatan,” kata Ketua STIE sekaligus Direktur Pascasarjana Musi Rawas-Lubuklinggau, H Abdullah Hehamahua kepada Linggau Pos, Rabu (29/1).

Menurut Abdullah sapaan akrabnya selama tiga hari berada di negara tersebut, rombongan dari berbagai perguruan tinggi di dunia diajak untuk ke tempat-tempat di mana rakyat Vietnam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Kita diajak ke kanal atau sampan, di mana sungainya berlumpur tetapi oleh pemerintah menjadi destinasi wisata. Seluruh turis dari mancanegara pasti berkunjung ke sana,” ceritanya.

Kemudian, rombongan juga dibawa untuk naik andong, padahal di Indonesia sendiri banyak sekali andong. Tapi berbeda dengan negara luar, di mana untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan, maka turis diajak untuk mencicipi rasa naik andong di negara tersebut.

“Artinya, dengan diajak langsung seperti ini, maka dapat menambah penghasilan rakyatnya. Karena, dari pagi hingga sore hari lokasi ini selalu ramai dikunjungi,” imbuhnya.

Kemudian, contoh lain negara maju tersebut adalah, pihaknya diajak ke sungai Mekong, sungai ini merupakan sungai terbesar di Vietnam. Di sana ada aktivitas jual beli seperti di Sungai Kapuas, Banjarmasin. Namun, yang berbeda adalah para turis diajak untuk berkunjung ke pulau-pulau, di pulau tersebut banyak sekali yang menjual aneka buah-buahan. Bahkan, ada salah satu home industry yang menciptakan berbagai oleh-oleh terbuat dari kelapa.

“Menariknya, guide yang membawa kami tersebut diberikan buah-buahan oleh pedagang yang ada di sungai. Namun, guide tersebut tidak menerima karena sudah diberikan gaji oleh perusahaan yang merekrutnya. Ini berbeda sekali di negara kita, di mana gratifikasi seperti itu sudah menjadi hal yang biasa,”ungkap mantan penasihat KPK ini.

Dan yang tidak kalah membuat kagum Abdullah adalah, dia menemukan ajaran islam negara yang hampir seluruh wilayahnya tidak memiliki masjid.

“Di sana seluruh penduduknya sangat menghargai makanan, jadi setiap makan saya lihat warganya tidak pernah menemukan ada yang tersisa. Artinya, mereka mengikuti perintah Allah SWT yang menganjurkan untuk tidak membuang sia-sia barang yang berharga,” ucapnya.

Bahkan, bagi wanita yang mengendarai sepeda motor juga, tidak ada yang lututnya kelihatan. Pasti ditutupi oleh kain, yang memang khusus untuk menutupi auratnya.

“Jadi kesimpulannya adalah, di negara ateis seperti Vietnam pun penduduknya diajarkan untuk menjaga aurat, tidak membuang makanan secara sia-sia, tidak tertarik untuk korupsi, dan mengedepankan ekonomi kerakyatan,”tutupnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita