oleh

Temui Bupati Muratara, Warga Minta Bantu Kades Biaro Baru yang Ditahan

LINGGAU POS ONLINE – Sejumlah warga dari Desa Biaro Baru, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (7/10/2019) mendatangi Kantor Bupati Muratara.

Warga yang berjumlah 30 orang itu ingin meminta bantuan Bupati Muratara untuk menyelesaikan permasalahan Kepala Desa (Kades) Biaro Baru yang kini ditahan di Lapas Klas IIA Lubuklinggau.

“Kedatangan kami ke sini mau bertemu dengan Pak Bupati, sekaligus meminta bantuan Pemkab untuk menyelesaikan masalah Kades kami yang ditahan,” kata perwakilan warga, Hidayaturrohman

Kedatangan warga juga ingin memastikan apakah benar kabar yang mereka terima bahwa Pemkab Muratara memberikan bantuan hukum untuk menyelesaikan masalah Kades Biaro Baru tersebut.

“Kami sudah bertemu dengan Pak Bupati, ternyata benar telah memerintahkan kuasa hukum untuk menyelesaikan masalah Kades kami, sekarang masih dalam proses,” ujarnya.

Sementara itu warga lainnya, Padli yang merupakan kakak kandung Kades Biaro Baru Syahrul Jauzi, yang ditahan mengatakan pihaknya sangat membutuhkan bantuan hukum dari Pemkab Muratara untuk menyelesaikan masalah adiknya.

Sebab menurut dia, adiknya yang kini masih ditahan di Lapas Klas IIA Lubuklinggau tersebut dituduh menggelapkan dana masyarakat sebanyak Rp46 juta padahal itu tidak benar.

Ia mengatakan, Kades dilaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan dana dari hasil sokongan warga untuk menggelar syukuran karena telah berhasil mendapatkan paket plasma sawit dari perusahaan PT PPA.

Warga terus mempertanyakan rencana syukuran tersebut yang belum direalisasikan, namun Kadesmeminta warga bersabar, sehingga warga kesal dan melaporkannya ke polisi atas dugaan penggelapan.

“Kades tidak melakukan penggelapan, dana itu ada, masyarakat ini tidak mengerti, syukuran itu dilaksanakan setelah mendapat SK lahan plasma dari Bupati, nah kita masih menunggu SK itu baru syukuran,” katanya.

Padli menyebutkan, dalam permasalahan ini Kades dizolimi karena dana tersebut ada dan sama sekali tidak digelapkan, namun ia dilaporkan atas dugaan tindak pidana penggelapan.

“Beliau (Kades) dizolimi oleh orang yang tidak tahu terima kasih. Susah payah memperjuangkan paket plasma sawit dari PT PPA, tapi balasan warga seperti ini, air susu dibalas air tuba,” kata Padli. (*)
Laporan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita