oleh

Tembaki Polisi, Buronan Didor

MUARA LAKITAN – Tersangka kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dan pembunuhan, ditembak mati petugas Unit Pidum Sat Reskrim Polres Musi Rawas (Mura), Jumat (1/2) sekitar pukul 00.30 WIB.

Tersangka yang tewas adalah Amin Rio Saputra (30) warga Dusun Panglero Desa Semangus Lama Kecamatan Muara Lakitan. Ia tewas setelah dilumpuhkan dalam penyergapan di kediamannya.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro melalui Kabag Ops, Kompol Handoko Sanjaya didampingi Kasat Narkoba, Iptu Suryadi dan Kanit Pidum, Ipda Imam menjelaskan tersangka Amin terlibat kasus Curas dan pembunuhan.

“Tersangka sudah lama menjadi buronan kami,” kata Kompol Handoko Sanjaya.

Kronologisnya, petugas menyergap tersangka di kediamannya dini hari. Mengetahui petugas datang, tersangka melawan dengan tiga kali menembak ke arah petugas.

Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, petugas melepaskan tembakan mengarah ke tersangka. Setelah dilumpuhkan, akhirnya tersangka Amin Rio Saputra berhasil diamankan.

“Namun saat menjalani perawatan di Puskesmas Cecar, tersangka yang mendapatkan tembakan di dada meninggal dunia,” jelasnya.

Dari tersangka petugas mengamankan Senjata Api Rakitan (Senpira) dan 22 butir peluru kaliber 5,56 mm, tiga selongsong amunisi kaliber 5,56 mm, satu unit TV Panasonic dan satu kereta bayi.

Dijelaskan Kabag Ops, kasus yang melibatkan tersangka, yakni terjadi pada Rabu 13 Desember 2017 di Desa Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan.

Saat itu tersangka mendatangi rumah Efendi (37). Di dalam rumah itu ada Efendi bersama anaknya Rudi Hartono.

Sampai di rumah, tersangka Amin bersama Junaidi (DPO), Jon (DPO), Ahad (DPO), Suryadi (DPO) dan Arafik (sudah dihukum), menembak korban dan anaknya.

Akibatnya Rudi Hartono meninggal dunia akibat luka tembak, sementara Efendi menderita luka tembak di pinggang. Para tersangka juga mencuri mobil Toyota Kijang pick-up milik korban Efendi.

Tersangka Amin pada Rabu 19 Desember 2018 juga terlibat kasus perampokan warga Dusun Panglero Desa Semangus Lama Kecamatan Muara Lakitan dengan korbannya, Yanti.

Saat itu tersangka Amin bersama Junaidi (DPO), Restu, Dolpin, Bokir, Karlus, Ridon, Karni dan dua orang lainnya, datang ke kediaman korban.

Awalnya para tersangka menanyakan keberadaan Sopan dan Rama. Kesal tidak diberitahu, para tersangka menendang pintu rumah korban sambil memanggil Argani (suami Yanti).

Kebetulan saat itu Argani tidak ada di rumah, lalu korban Yanti keluar untuk menemui para tersangka sambil berkata “Argani tidak ada di rumah”.

Selanjutnya, tersangka Junaidi berkata “Kenapa sialang (sarang lebah/tawon) diambil oleh Rama, Sopan dan Julid?” Lalu dijawab Yanti, “Bukan kami yang menyuruh mereka itu.”

Kemudian tersangka Junaidi mengacungkan Senpira di kepala Yanti. Tepatnya di kening sambilnya, dan berkata “Kamu jangan melapor ke Polisi, kalau kamu melapor kagek kutembak”.

Setelah para tersangka pergi, korban pun bersama suaminya Argani, anaknya yang bernama Eko, Wansa dan Kandar langsung pergi meninggalkan rumah.

Ternyata para tersangka kembali mendatangi rumah korban, dan mengambil barang berharga. Berupa satu unit sepeda motor Honda Revo, alat-alat bangunan, TV merek Panasonic dan satu kereta bayi. (dlt)

Rekomendasi Berita