oleh

Teler, Ronney Ditangkap di Bandara Virginia

VIRGINIA – Wayne Rooney dilaporkan harus berurusan dengan pihak yang berwajib, setelah tertangkap basah dalam keadaan mabuk dalam penerbangan sebuah pesawat terbang komersial .

Menurut juru bicara eks kapten Timnas Inggris itu, Rooney terpaksa diamankan pihak kepolisian bandara Dulles, Virginia, Amerika Serikat, setelah terlihat teler, akibat mengonsumsi obat tidur dengan minuman beralkohol, dalam sebuah penerbangan.

Kejadian yang menimpa eks kapten Manchester United itu sendiri, terjadi pada pertengahan Desember tahun lalu. Mantan rekan Cristiano Ronaldo itu, dikabarkan baru saja kembali dari perjalanan satu harinya dari Arab Saudi.

Akibatnya, pemain yang sempat terkenal akan sifatnya yang temperamental, khususnya di awal-awal karirnya sebagai pemain Everton itu, menurut data Pengadilan Umum Loudoun, dikenakan hukuman membayar denda sebesar USD 25 AS (Rp 325 ribu) dan USD 91 (Rp 1,3 juta) biaya pengadilan pada tanggal 4 Januari 2019 lalu.

“Dalam penerbangannya, Wayne (Rooney) mengonsumsi beberapa obat tidur berbentuk tablet (dengan resep dokter), dan mencampurnya dengan konsumsi alkohol,” kata pernyataan resmi sang juru bicara, seperti dikutip BBC.

“Akibatnya, dia (Rooney) didatangi oleh pihak berwajib (di bandara Dulles) yang kemudian menahannya dengan tuduhan melakukan tindak pidana ringan. Ia dihukum dengan denda (sejumlah uang) dan dibebaskan tak lama setelah itu,” kata sang jubir yang namanya tidak disebutkan itu.

“Masalahnya kini sudah selesai. Wayne Rooney sendiri ingin menyampaikan terima kasihnya, atas semua pihak yang terlibat dalam insiden itu,” tambah sang juru bicara yang mengapresiasi kinerja aparat yang menjalankan tugas mereka dengan sangat baik itu.

Penyerang 33 tahun yang kini merumput bersama klub Major League Soccer DC United itu, dihukum dengan pidana ringan ‘Kelas 4’ yang memiliki hukuman maksimum denda sebesar USD 250 atau setara dengan Rp 3,5 juta.

Pada September 2017 lalu, pemain bertinggi badan 176 sentimeter itu, dilarang untuk berurusan dengan kemudi kendaraan roda empat, setelah mengaku bersalah atas mengemudi dalam keadaan mabuk di Chesire, Inggris.

Penyerang bernomor punggung 10 dan pencetak gol terbanyak dalam sejarah Setan Merah itu, pindah ke Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2018 lalu, dan menandatangani kontrak selama tiga setengah tahun bersama DC United.

Pihak manajemen klub sendiri, dalam sebuah pernyataan resminya mengatakan akan mengatasi masalah ini sebagai permasalahan internal, dan tidak berkeinginan untuk memberikan keterangan lebih lanjut.(ruf/fin)

Rekomendasi Berita