oleh

Tekan Peredaran Merkuri

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Menekan peredaran Merkuri di Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dilakukan tindakan. Polres Musi Rawas saat ini sedang melakukan Operasi Merkuri Musi 2017.

Operasi Merkuri Musi 2017 perintah langsung dari Kapolri, Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian. Operasi ini untuk mendukung program pemerintah Indonesia bebas merkuri tahun 2018.

Operasi ini dikedepankan fungsi Satuan Binmas untuk giat pencegahan dan deteksi dini didukung dengan giat penegakan hukum.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Setryo Pranoto mengatakan bahwa patroli akan dilakukan ke wilayah-wilayah tertentu, seperti daerah-daerah lokasi yang dicurigai memiliki kecenderungan pemakai bahan kimia berbahaya ini.

“Tentunya operasi Merkuri Musi 2017 dengan mengedepankan Satgas Binluh di wilayah hukum Polres Musi Rawas,” kata Wahyu Setyo Pranoto, Kamis (23/11).

AKP Wahyu menjelaskan, Satgas Binluh ini mengemban tugas bidang penyuluhan. Satgas ini akan mengunjungi daerah yang potensial menggunakan merkuri, untuk diberikan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan merkuri.

Satgas ini telah memberikan penyuluhan dan menyosialisasikan dengan memasang spanduk di Jalinsum Simpang Empat Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara dengan membagikan brosur yang isinya larangan menggunakan merkuri.

“Serta giat sambang ke masyarakat Desa Muara Batang Empu, Desa Sukamenang, Desa Terusan dan Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara menyampaikan larangan dan bahaya merkuri,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ketika dilakukan penyelidikan dan penindakan mereka sudah mendengar, harapannya ketika ada pelaku yang tertangkap oleh pihak kepolisian, masyarakat paham dan tahu larangan penggunaan merkuri ini.

“Ini semua untuk mengedepankan Satgas Binluh, Polres Musi Rawas juga melaksanakan Patroli dan Giat Razia. Kegiatan patroli ini nantinya diarahkan ke daerah-daerah yang terindikasi pengguna merkuri, seperti pertambangan,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita