oleh

Tekan Kasus DBD

LUBUKLINGGAU – Sepanjang 2018, 360 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dirawat di RS Dr Sobirin. 165 orang dirawat di Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA), tiga orang meninggal. Hal ini menimbulkan keprihatinan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Sehingga digiatkan kembali program Satu Rumah Satu Jumantik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau Idris menjelaskan, Program Satu Rumah Satu Jumantik juga merupakan kegiatan dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Dalam hal ini, masyarakat secara rutin melakukan kegiatan kerja bakti, membersihkan kamar mandi, membersihkan genangan air, dan lain sebagainya (3M). Bedanya, dalam Satu Rumah Satu Jumantik kadernya adalah salah satu anggota keluarga dalam rumah itu.

“Dalam satu rumah itu memiliki satu kader. Istilahnya dia bertanggung jawab dengan rumahnya sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini tak lepas dari tim puskesmas yang all out ke masyarakat. Hasilnya, masyarakat terus memperhatikan lingkungannya.

Sementara, Direktur RS Dr Sobirin, dr HNawawi Akip melalui Kabid Perencanaan dan Rekam Medis Sumiati, Skm, Mkes mengatakan selama Januari 2019 pasien positif DBD hanya tiga orang.

“Rinciannya, seorang anak, seorang wanita dewasa dari Kota Lubuklinggau dan satu orang wanita dewasa dari Kabupaten Mura,” tuturnya.(lik/adi)

Rekomendasi Berita