oleh

Tegaskan, Teroris Itu Bukan Islam

Bersama Ust Fikri, Sibukkan Ramadhan dengan Ibadah

Isu teror menjadi ujian yang berat di bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini. Hal itu terungkap dari perbincangan saya dengan Ust. Ahmad Fikri, di kediamannya, Sabtu (19/5). Lalu, bagaimana sebaiknya umat Islam menghadapinya?

Laporan Afri Yadi, Ulak Lebar

PENTING bagi alim ulama negeri ini, meluruskan pemahaman terhadap masyarakat, bahwa teroris itu bukan Islam. Teroris juga tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam.

Ketegasan ini disampaikan Ust Ahmad Fikri, Ketua Yayasan Uswatun Hasanah, yang menaungi SD dan PAUD Uswatun Hasanah Lubuklinggau. Dalam perbincangan kami kemarin (19/5), ia mengaku prihatin dengan aksi teror yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, lalu dikait-kaitkan dengan Islam.

Berbincang di sebuah kolam belakang rumahnya, Ustadz Ahmad Fikri menyebut isu yang digembar-gemborkan soal Islam yang dikorelasikan dengan aksi teror cukup tidak mendidik.

Ia khawatir, informasi itu justru menjadikan orang tua paranoid, lalu takut memasukkan anak-anaknya ke pengajian maupun pesantren.

“Karena kalau saya dengar dari berita-berita itu, seakan-akan memang teroris itu dididik di lembaga khusus. Padahal penting saya tegaskan, Islam tidak mengajarkan tentang kekerasan terlebih teror. Jadi jangan sampai orang tua berpikir lembaga pendidikan Islam itu sarang teroris. Ini salah besar,” tegasnya lagi.

Ia berharap, umat Islam di dunia, khususnya Indonesia bisa bersabar menghadapi ujian-ujian ini.

Ust Fikri menyadari tidak mudah menahan emosional seseorang, ketika Islam seakan tersudutkan. Namun, ia yakin umat Islam di Indonesia itu kuat. Maka terus latih kesabaran kita dengan mendekatkan hubungan dengan Allah SWT, karena Allah SWT Maha Segalanya.

“Meski kabar di sana-sini cukup mengganggu, ibadah tetap harus diutamakan. Makmurkan masjid di sekitar kita. Tunjukkan bahwa Islam itu Rahmatan Lil A’lamiin,” ajaknya.

Ia juga mengajak umat Islam memperbanyak sedekah, sebab di Bulan Ramadhan pahala perbuatan baik kita senantiasa dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Dia berharap pada bulan Ramadhan semoga umat Islam mendapatkan ampunan keberkahan dan kebaikan. Karena Rasulullah SAW mengajarkan apabila kita tidak mendapatkan kebaikan di Bulan Ramadhan ini maka sulit bagi kita mendapatkan kebaikan di bulan lainnya (*)

Rekomendasi Berita